Home Ekbis Menuai Berkah Ramadhan Dari Produksi Bedug

Menuai Berkah Ramadhan Dari Produksi Bedug

Pengrajin Bedug
Pengrajin Bedug
Pengrajin Bedug

 

Banyumas, 25/6 (BeritaJateng.net) – Suara bedug yang ditabuh saat senja merupakan sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam yang tengah menunaikan ibadah puasa. Sebab, setelah tabuh bedug, pasti akan dikumandangkan azdan magrib sebagai tanda waktunya berbuka.

Bagi keluarga M  Yusuf dan Taufik Amin, warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas (Jateng), suara bedug tidak hanya menandakan waktu berbuka ataupun waktu sholat, tetapi juga sebagai pertanda berkah rejeki yang melimpah saat Ramadhan.

Bagaimana tidak, pesanan pembuatan bedug yang pada hari-hari biasa hanya berkisar 1-2 buah, selama Ramadhan ini meningkat hingga puluhan buah.

“Berkat bedug ini, sebulan menjelang Ramadhan hingga lebaran, selama kurang lebih 60 hari, pesanan kita melimpah. Berkah ini bisa menutup kebutuhan hidup, terutama saat pesanan bedug sepi,” tutur Yusuf, Kamis (25/6).

Usaha pembuatan bedug ini merupakan usaha turun-temurun yang terus dilestarikan oleh Yusuf dan Taufik Amin. Mengingat untuk membuat bedug dengan suara yang khas, dibutuhkan keahlian khusus dan tidak mudah untuk mempelajarinya secara instan.

Pesanan bedug ini datang dari berbagai daerah baik di Jawa maupun luar Jawa, bahkan pernah sampai ke luar negeri. “Tahun lalu, pesanan bedug juga ada yang dari Malaysia, tetapi untuk tahun ini belum ada pesanan,” katanya.

Pemesan bedug sebagian besar dari kalangan pondok pesantren dan pengurus masjid serta pedagang bedug yang membeli untuk dijual kembali.  Pesanan antara lain datang dari Kabupaten Banjarnegara, Brebes, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Sumatera.

Selain bedug, mereka juga kebanjiran pesanan alat musik padang pasir, seperti perlengkapan musik hadroh dan rebana.

Terkait harga bedug, Yusuf mengatakan, harganya bervariasi tergantung dari ukuran bedug yang dipesan. Untuk bedug berukuran besar dengan lingkar 1,5 hingga 2 meter, harganya dipatok antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Sementara untuk bedug dengan lingkar kecil ukuran 50 centimeter hingga 100 centimeter, dijual dengan harga antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta.

Saat ini Yusuf tengah mengerjakan pesanan bedug berukuran besar dan Taufik Amin mendapat order 10 set bedug berukuran kecil. Untuk memenuhi pesanan tepat waktu, mereka harus menambah pekerja. Jika pada hari biasa mereka hanya mempunyai 2 pekerja, sekarang harus menambah sampai 5 pekerja.

Sebab, untuk membuat bedug berukuran besar dibutuhkan waktu sekitar 15 hari. Dan untuk bedug yang kecil antara 5-7 hari. Bahan baku bedug dari kulit lembu dan kayu pakar. Baik Yusuf maupun Taufik Amin juga terkadang mengalami kendala pada ketersediaan bahan baku.

“Kayu pakar ini agak susah dicari, jika terpaksa tidak ada kita berinovasi mengganti dengan kayu trembesi. Bahan baku kayu ini harus benar-benar diperhatikan, agar suara gema bedug tetap terjaga,” kata Taufik. (BJ33)