Home Nasional Menteri Nasir: ‘Musibah’ SNMPTN Murni Kesalahan Sistem SMAN3 Semarang

Menteri Nasir: ‘Musibah’ SNMPTN Murni Kesalahan Sistem SMAN3 Semarang

Menristek Dikti Prof M. Nasir

Semarang, 1/6 (BeritaJateng.net) – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir menegaskan peristiwa yang menyebabkan ratusan siswa IPA SMAN 3 Semarang tidak lolos SNMPTN beberapa waktu lalu merupakan kesalahan pihak sekolah. Ia juga menekankan kalau tidak ada “kambing hitam” karena semua sistem SNMPTN dan sosialisasi sudah jelas.

Hal itu diungkapkan saat Menteri Nasir berada di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memantau SBMPTN. Dia mengawali penjelasan dengan kapasitas sekolahan yang menentukan sistem pembelajaran semesteran atau SKS yang terbagi menjadi model kontinu dan diskontinu atau sistim on/off.

“SNMPTN telah berjalan baik, dimana semua sekolah yang mendaftar jumlahnya 21.000 sekolah. Itu dipersilakan memilih kurikulum mana yang digunakan atau yang dilakukan oleh SMA tersebut. Dari seluruh SMA, ada yang memilih dengan sistem pembelajaran penuh dengan semesteran ada dengan SKS. Di dalam sistem SKS, diserahkan ke sekolahan. Dalam sistem SKS itu ada 2 model kontinu dan diskontinu. Semua sekolah dipersilakan menentukan itu,” terang M Nasir, Selasa (31/5).

Beberapa sekolah menerapkan SKS diskontinu termasuk SMAN 3 Semarang. Dan ternyata menurut Menristek Dikti, hanya SMAN 3 Semarang saja yang bermasalah dan diindikasikan ada kesalahan pengisian mata pelajaran yang on dan off pada Pusat Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Melakukan pilihan diskontinu seperti di SMAN 1 Kebumen, Kudus, Salatiga. Dari SMA itu yang melakukan diskontinu, hanya SMAN 3 Semarang yang bermasalah. Berarti ada permasalahan di situ, di dalam menentukan kontinu dan diskontinu, on dan off terhadap mata pelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajarannya,” pungkas Nasir.

Seharusnya ada mata pelajaran yang off, namun pada pengisian PDSS ada pelajaran yang statusnya on namun tidak diisikan nilai karena ternyata di SMAN 3 Semarang mata pelajaran tersebut seharusnya off. Kesalahan itulah yang dianggap sebagai penyebab tidak lulusnya ratusan siswa SMA yang masuk jajaran sekolah favorit di Semarang tersebut.

“Dimana on mestinya tetap ada nilai, SMAN 3 tidak memberikan nilai. Siswa nilainya tidak penuh, akibatnya tidak bisa diproses secara sistem. Oleh karena itu yang bermasalah sekolahannya, bukan dari sistem IT yang dilakukan SNMPTN,” tegas Nasir.

Ketika ditanya apakah kurang komunikasi antara panitia SNMPTN dan pihak SMAN 3 Semarang, Nasir menegaskan kalau sosialisasi sudah gencar dilakukan di sekolahan-sekolahan. Pihak SMAN 3 Semarang dianggap salah bukan berarti untuk mencari kambing hitam.

“Sudah sosialisasi terus, sudah disampaikan. Apalagi SMAN 3 sebagai koordinator PDSS, mestinya dia lebih tahu. Ini siswa yang melapor pada sekolah, tapi tidak merespon positif. Kita tidak cari siapa kambing hitamnya, yang penting bagaimana proses pembelajaran di SMAN 3 sekarang berjalan baik,” pungkas Nasir.

“Panitia sudah menjelaskan secara rinci tentang sistem yang dilakukan, sistemnya valid, tidak ada kesalahan di panitia SNMPTN,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan tidak ada perlakuan khusus kepada ratusan siswa SMAN 3 Semarang yang tidak lolos SNMPTN. Mereka harus mengikuti SBMPTN dan Menristek Dikti yakin para siswa SMAN 3 Semarang yang dikenal pandai itu mampu menjalaninya.

“Tidak ada istilah prioritas, kita lihat apa yang terjadi dengan siswa SMAN 3. Jadi semua akan punya perlakuan sama. Ada korelasi tidak mereka yang gagal di SNMPTN yang sebetulnya nilainya baik bisa diterima di SBMPTN. Ini kami ingin memperhatian anak-anak SMAN 3 Semarang dalam proses ini,” katanya.

Terkait apakah Kepala SMAN 3 Semarang akan dikenai sanksi atau tidak, M. Nasir menegaskan kalau itu bukan wewenangnya dan diserahkan ke Dinas Pendidikan setempat dan pemerintah daerah. (bj05)