Home Nasional Menristekdikti: Science Center Idealnya Berdiri Diseluruh Indonesia

Menristekdikti: Science Center Idealnya Berdiri Diseluruh Indonesia

Menristekdikti: Science Center Idealnya Berdiri Diseluruh Indonesia

SEMARANG, 28/11 (BeritaJateng.net) – Pusat Peraga Iptek atau disebut Science Center yang berada di daerah bertujuan sebagai upaya pembangunan wahana pelengkap pembelajaran serta pengembangan dalam kapasitas iptek dan inovasi di kalangan generasi muda. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi serta kemitraan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan budaya iptek di daerah. Oleh karena itu, upaya perintisan pendirian Science Center daerah terus dikembangkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yang idealnya harus berdiri di seluruh Indonesia.

Di Jawa Tengah, Science Center yang merupakan wahana peragaan Ilmu Pendidikan dan Teknologi (Iptek) yang di dalamnya terdapat perpaduan antara pengetahuan dengan unsur hiburan tersebut, kini dapat dinikmati masyarakat Jateng. Science Center ke-4 yang diinisiasi dan didorong oleh Kemenristekdikti di tahun 2016 ini, telah diresmikan Kemenristekdikti  dan Gubernur Jawa Tengah, di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah, Senin (28/11/2016). Jateng Science Center tersebut berlokasi di PRPP, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof. Dr. H. M Natsir menyatakan perlunya dorongan dari berbagai pihak dalam pengembangan pembudayaan Iptek, yang bertujuan untuk pembangunan bangsa dan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan adanya Science Center tersebut, masyarakat akan lebih mudah memahami dan menumbuhkembangkan konsep dan penerapan Iptek dengan mudah, menarik dan inspiratif melalui berbagai peragaan interaktif.

“Kita sementara baru 1,67, dari angka tersebut hanya 0,43 kewirausahaannya itu berbasis teknologi, jadi sangat jauh dari kurang. Kalau memang Idealnya kita harus diangka 10 persen, supaya ketahanan pangannya menjadi kuat, ini yang harus kita dorong. Jadi berkaitan dengan Science Park dan Techno Park yang sedang kita kembangkan dan kita resmikan ini, harapannya akan jadi pembelajaran mata pelajaran terkait pada sains ini, bisa dipelajari dengan mudah dan sederhana. Sebab biasanya seperti sains, matematika, fisika, biologi dsb, dianggap berat untuk dipelajari. Namun, dengan adanya Science Center ini, dapat mempermudah pembelajaran tersebut,” jelas Menteri Ristek-dikti, Prof. Dr. H. M Natsir saat jumpa pers, acara peresmian Hardware dan Software Kelitbangan serta Science Center Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Ristek-dikti, Prof. Dr. H. M Natsir berharap dengan adanya Jateng Science Center (JSC) tersebut, dapat mendorong Jawa Tengah lebih baik lagi. Dukungan serta dorongan dari pemerintah daerah bersama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha, sangat diharapkan untuk pentingnya membangun Science Center di wilayahnya masing-masing. Selain itu, nantinya Menristekdikti akan mengusulkan untuk semua inovasi karya anak bangsa dapat distandarisasi.

“Jadi dengan adanya Jateng Science Center (JSC), dapat mendorong Jateng jadi lebih baik. Harapannya nanti pihak Provinsi ada dukungan besar, nanti ada Science Park nya, untuk kedepan. Anggaran kita masih sangat jauh, tadi yang dipaparkan oleh pihak Malaysia tadi, ini 0,08 kini sudah 0,2 persen di tahun 2016 ini. Dari 0,2 persen itu, 0,075 didanai pemerintah yang 0,05 didanai dari pihak industri. Seharusnya kita balik itu, 0,075 dari industri 0,005 dari pemerintah atau 75 persen industri, 25 persen pemerintah, harusnya begitu. Tapi yang terjadi 75 persen pemerintah, 25 persen industri. Mengapa itu terjadi, ternyata masih rendahnya kepercayaan industri terhadap hasil dari kita. Maka dari itu, nanti saya minta kepada bapak Presiden, semua inovasi dapat di standarisasi supaya dapat dipergunakan perusahaan untuk melakukan produksinya ke depan,” terang Prof. Dr. H. M Natsir. (BJ 03)