Home Headline Mengenang 40 Hari Wafatnya Mbah Maimoen, Ulama Yang Juga Dihormati Warga Non...

Mengenang 40 Hari Wafatnya Mbah Maimoen, Ulama Yang Juga Dihormati Warga Non Muslim

86

SEMARANG, 15/9 (Beritajateng.net) – Hari Jumat kemarin, genap 40 hari wafatnya ulama karismatik KH Maimoen Zubair di tanah suci. Ribuan warga menghadiri tahlilan mengenang wafatnya ulama karismatik yang sering disowani tokoh tokoh bangsa ini.

Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie, mengatakan, KH Maimoen Zubair semasa hidupnya sangat dihormati dan berpengaruh bagi semua orang. Dia tidak hanya menjadi ulama milik PPP dan NU saja. Mbah Moen, panggilan akrabnya, juga mendapat tempat di hati warga non muslim.

“Semakin jelas bahwa KH Maimoen Zubair adalah sosok ulama besar yang menembus batas primordial,” kata Masruhan.

Menurut Masruhan, memang wajar kalau banyak orang, termasuk dari kelompok non muslim sangat menghormati Mbah Maimoen. Karena Mbah Moen tidak hanya mengajarkan tatacara beribadah untuk umat Islam saja, namun juga telah mengajarkan cara hidup bermasyarakat.

“Beliau telah mengajarkan cara-cara bagaimana hidup rukun dalam satu negara Indonesia,” terang politisi yang sekarang juga mejabat sebagai ketua Fraksi PPP DPRD Jateng ini.

Dikatakan Masruhan, hampir di setiap kesempatan Mbah Moen menekankan akan pentingnya menjadi warga negara yang baik dengan berpegang pada dasar negara. Karena itu, dia juga sangat dihormati oleh penganut agama non Islam juga.

“Saya berpendapat bahwa beliau bisa kita sebut sebagai ulama sekaligus negarawan,” terangnya.

Diceritakan Masruhan, pernah suatu ketika seorang politisi dari Jakarta datang ke Sarang Rembang menghadap Mbah Moen. Kesan si politisi tersebut dalam perjalanan pulang menyatakan bahwa dirinya mendapat informasi yang orisinil tentang wawasan kebangsaan. Dan pemikiran tersebut sepertinya tidak pernah didengar dari para pakar pada umumnya.

Pengakuan seorang politisi yang lingkungan pergaulannya jauh dari ulama dan pesantren tersebut bisa dimaklumi, karena Mbah Moen banyak memberikan informasi tentang perjuangan para ulama NU dalam mewujudkan kemerdekaan RI dan dalam membangun faksafat dan dasar negara.

“Saya yakin pemikiran Mbah Moen tentang wawasan kebangsaan dan kenegaraan akan terus menginspirasi, tidak saja untuk kalangan santri justru lebih-lebih untuk kalangan lain yang jauh dari lingkaran santri,” pungkas Masruhan Samsurie.

(NK)