Home Lintas Jateng Mengenal Peralatan Milik Basarnas

Mengenal Peralatan Milik Basarnas

TIM SAR Gabungan melakukan evakuasi korban longsor. foto: aris triyono/beritajateng
TIM SAR Gabungan melakukan evakuasi korban longsor. foto:  aris triyono/beritajateng
TIM SAR Gabungan melakukan evakuasi korban longsor. foto: aris triyono/beritajateng

Banjarnegara, 17/12 (Beritajateng.net) – Evakuasi korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatanan Karangkobar, Banjarnegara memang banyak membutuhkan peralatan. Sebab banyak juga korban yang ditemukan terjepit pada kendaraan dan reruntuhan longsor. Karena itu tim Basarnar mengerahkan seluruh peralatan yang dimiliki untuk melakukan evakuasi. Mulai dari peralatan yang manual hingga alat berat. Dari yang sederhana hingga peralatan canggih yang memerlukan teknologi tinggi dan digunakan oleh yang sudah ahli.
Hari pertama pencarian terhadap korban tanah longsor, Basarnas berusaha mencari korban tertimbun yang dimungkinkan masih hidup. Untuk itu tim rescue Basarnas dibawah Komando Kepala Kantor SAR Semarang, Agus Haryono menggunakan life detector. Peralatan ini digunakan untuk mendeteksi detak jantung dan nafas manusia yang berada di dalam timbunan tanah. Namun saat menggunakan peralatan ini, tidak satu titik-pun yang berhasil mendeteksi keberadaan korban yang masih hidup. “Kemungkinan kecil sekali korban masih dalam keadaan hidup,” kata Agus.
Dalam beberapa kasus, tim SAR gabungan menemukan korban yang terjebak di dalam kabin mobil. Untuk mengeluarkannya harus dengan membersihkan timbunan tanah yang ada di sekitarnya. Atau jalan pintas dengan membobol kap atas mobil. Basarnas Spesial Grub (BSG) yang sengaja didatangkan untuk membantu proses evakuasi langsung membobol kap mobil yang didalamnya terdapat korban yang terjebak. Alat yang pertama digunakan adalah rotary rescue. Alat ini mampu merobek atau membelah kap mobil. Setelah kap mobil terbuka, kemudian korban bisa diangkat.
Namun dalam beberapa kasus, ternyata badan korban terjepit di dalam mobil. Dalam kasus ini Basarnas meggunakan beberapa alat extrikasi. Ada beberapa jenis peralatan extrikasi yang bisa digunakan dalam proses evakuasi. Bisa menggunakan dongkrak, bisa juga menggunakan combie cutter. Semua peralatan extrikasi yang dipergunakan menggunakan penggerak hydrolis, sehingga rescuer atau penolong tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk membuka kap mobil yang menjepit korban.
Setelah terhubung dengan mesin penggerak hydrolis, rescuer cukup memposisikan ujung combie cutter ke kap mobil yang menjepit korban. Lalu, rescuer memutar mengaktifkan alat tersebut. Maka mata combie cutter akan membuka kap mobil yang menjepit korban. Peralatan ini pun bisa difungsikan seperti gunting. Namun gunting ukuran besar yang mampu memotong plat dan besi batangan.
Tidak semua orang bisa dan diperbolehkan mengoperasikan peralatan ini. Harus rescuer yang terlatih dan telah mengikuti pelatihan saja yang bisa. Sebab sangat berbahaya bagi orang awam jika nekad menggunakan peralatan ini. Salah – salah peralatan tersebut malah akan melukai penolong itu sendiri. (Ris/pj)

Advertisements