Mengenal Mochamad Ichsan Wali Kota Semarang Pertama Melalui Pameran Foto

Semarang, 10/12 (BeritaJateng.net) – Mohammad (Moch) Ichsan (1902-1991) adalah orang pertama yang menjadi Wali Kota Semarang.  Dia ditunjuk Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi Wali Kota Semarang pertama dengan masa Bhakti 1945-1949.

Foto-foto dan dokumentasi Moch Ichsan yang langka dan istimewa akan diperlihatkan dalam pameran. Termasuk dokumen asli tentang penunjukkan sebagai Wali Kota Semarang di era Presiden Soekarno.

Pameran digelar di Gedung Oudetrap, Kawasan Kotalama, Semarang, 10-18 Desember.  Pameran tersebut tepat 120 tahun, kelahiran Moch Ichsan.

Pameran dokumentasi foto dan arsip ini bertajuk ”Ode Untuk Ayah” digelar oleh Firman Ichsan.

Lantas siapa Firman Ichsan? Firman adalah putra kedua dari Wali Kota Semarang pertama, Moch Ichsan.

Firman merupakan seorang fotografer dan kurator bidang seni fotografi. Dia pernah pula menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta periode 2009-2012.

”Ini adalah dokumentasi dari 1921 hingga 1974, saat pensiun. Terdiri dari 39 panel,” kata Firman.

”Adanya peran Pemerintah Kota Semarang secara masif dalam mengenalkan Mochamad Ichsan sebagai Walikota Semarang kepada generasi sekarang adalah langkah baik. Generasi saat ini diharapkan mampu lebih menghargai sejarah Kota Semarang,” tuturnya.

Pameran diprakasai oleh Hani Moniaga dan dikurasi oleh Oscar Matuloh.

Foto-foto dan dokumentasi yang dipamerkan adalah karya Indonesia Press Photo Service dan koleksi pribadi milik Moh Ichsan. Tentang riwayat perjuangan dan kehidupan Moh Ichsan.

Termasuk dokumen asli tentang penunjukkan sebagai Walikota Semarang di era Presiden Soekarno.

Pameran ini dalah persembahan terima kasih dan kenangan seorang anak kepada ayah. Dalam bentuk visual dan fotografi.

Pada acara pameran akan diserahkan secara simbolik kepada Kota Semarang, melalaui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Berupa dokumen asli milik Moch Ichsan yang terkait langsung dengan Kota Semarang.

Sekilas riwayat Kota Semarang ialah, selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang.

Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman, atau daerah pengungsian di luar kota sampai Desember 1948.

Daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta.

Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R Prawotosudibyo dan Moh Ichsan, yang akhirnya resmi dilantik sebagai Walikota Semarang untuk kali pertama.

Kepala Bidang Pengembangan, Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Laily Widiyaningtyas, mengatakan, arsip Moh Ichsan adalah arsip bernilai sejarah. Pihaknya mempunyai tanggungjawab mengakuisisi dan menyelamatkan arsip seperti itu.

”Kami sangat berkepentingan dengan arsip. Pak Firman dengan kerelaannya bersama keluarga, memberikan kepada kami untuk disimpan,” kata Laily. (Ak/El)

Leave a Reply