Home Hiburan Mencoba Menemukan Kemuliaan dalam Bermusik

Mencoba Menemukan Kemuliaan dalam Bermusik

— Kendal Samudera Gitar
— KomiKlinik #1 Komunitas Musisi Kendal

Kendal, 10/7 (BeritaJateng.net) – KomiKlinik #1 merupakan salah satu program dari Komunitas Musisi Kendal (KOMIK) sebagai salah satu upaya untuk memajukan kualitas musisi di Kendal pada khususnya.

“Ini upaya kecil kami, setidaknya dimulai dengan klinik musik kecil-kecilan yang tidak harus dengan peserta klinik yang terlalu membludak. Kami batasi berapa pesertanya. Agar memungkinkan terjadi klinik yang mendalam. Khususya pada KomiKlinik #1 ini kami fokuskan pada klinik gitar dari gitaris fuzzion asal Surabaya, Edwin Mclean, yang pada kesempatan sama membincangkan novel terbarunya pula, berjudul Menjadi Gitaris,” tutur Setia Naka Andrian, ketua Komik, selepas acara di Kafe Walet Pondok Ijo Weleri.

Menurut Naka, KomiKlinik ini merupakan program edukatif dari Komik yang akan berkelanjutan. Tidak hanya pada klinik gitar saja, tidak saja pada aliran gitar fuzzion saja, namun nantinya ada aliran (genre) lain. Tidak pula hanya berfokus pada instrumen gitar saja, namun kelak akan ada klinik bass, drum, keyboard, dan lain sebagainya.

“Selanjutnya kami pun akan menyelenggarakan acara serupa ini tidak hanya di kafe saja. Nanti KomiKlnik semacam ini pun akan kami gelar di sekolah-sekolah, kampus, bahkan di kampung-kampung dan tempat mana pun yang nantinya memungkinkan untuk kami tempati sebagai tempat acara,” ungkap Muhammad Farid Mustofa, wakil ketua Komik, pengelola Selecta Music Studio Patebon Kendal.

Menurut Farid, di Kendal sendiri acara klinik semacan ini sangatlah perlu. Mengingat bermusik tidak hanya selesai pada tahapan sekadar bisa memainkan sebuah lagu. Tidak cukup itu, namun harus sanggup menciptakan karya serupa atau bahkan mengembangkannya dengan teknik dan metode-metode tertentu. Maka klinik musiklah yang perlu dilakukan untuk mengejar kualitas musisi dalam bermusik.

“Ini kali pertama saya mengisi klinik musik di kota Kendal. Saya rasa KomiKlinik ini juga acara pertama yang ada di Kendal. Belum ada sebelumnya acara semacam ini. Memang perlu sekali sebuah klinik diselenggarakan, agar membentuk musisi-musisi yang tangguh dan mampu menjadi musisi sejati,” tutur Edwin Mclean.

Edwin Mclean, penulis buku Guitarology, Improvisasi dalam Jazz, dan Menjadi Gitaris, pada kesempatan dalam acara KomiKlinik berbagi habis-habisan mengenai pengalamannya dalam bermain gitar, hingga terkait pengalaman-pengalaman di dunia label, baik indie label maupun major label. Dari mulai penciptaan karya yang idealis hingga karya-karya yang sangat populer, dan karya-karya yang berdiri di antara yang idealis dan yang populer.

“Dari buku ketiga saya ini, Menjadi Gitaris, barangkali buku yang cukup aneh dari dua buku sebelumnya yang saya terbitkan, karena ini buku novel, yang sangat jarang sekali dilakukan oleh gitaris-gitaris. Namun setidaknya isi novel ini masih sangat dekat dengan kehidupan para gitaris. Dari mulai kenapa seseorang masih berpegang teguh untuk memilih menjadi gitaris, hingga persoalan dalam lingkungan komunitas bermusik, musisi-musisi legendaris yang patut dijadikan inspirasi dan banyak lagi kisah-kisah terkait dunia gitaris. Termasuk pula sederet peristiwa dunia pemanggungan dan kisah-kisah musisi yang berhasil dan bahkan yang gagal pula,” terang Edwin Mclean.

Menurut Naka, yang pada kesempatan serupa menemani Edwin dalam obrolan novelnya, ia mengatakan bahwa novel Menjadi Gitaris merupakan buku langka yang ditulis oleh seorang gitaris. Sangat jarang dilakukan gitaris, pengisahan habis-habisan mengenai dunia gitais, dari mulai kisah-kisah umum hingga kisah-kisah yang sangat personal.

Antusias dari para gitaris pun cukup besar, termasuk dar Komunitas Gitaris Kendal yang hadir tidak hanya menjadi peseta klinik saja, namun turut tampil pula dengan lagu-lagu andalan yang sudah disiapkan matang dengan jamming tracknya pula. Jika di Bandung ada Bandung Lautan Gitar, maka di Kendal ada Kendal Samudera Gitar.

“Paling tidak kami ingin berupaya memulai. Kami memulai dari hal kecil, dan dilakukan di kota kecil, namun impian kami besar. Kami pun berupaya memperjuangkan jagat musik yang tidak sekadar selebrasi semata, namun sangat berupaya memperjuangkan kemuliaan-kemuliaan dalam bermusik,” pungkas Naka. (BJ)