Home Life Style Melihat Batik Karya Difabel Blora untuk Jokowi

Melihat Batik Karya Difabel Blora untuk Jokowi

Melihat Batik Karya Difabel Blora untuk Jokowi
          BLORA, 28/1 (BeritaJateng.net) – Meski ditengah keterbatasan, namun tidak menyurutkan komunitas difabel di kabupaten Blora jawa tengah yang tergabung dalam komunitas difabel blora mustika (DBM) terus menelurkan karyanya.
        Melalui batik, kini karya mereka sudah dipakai beberapa pejabat penting, seperti bupati Blora Djoko Nugroho, wakil gubernur Jawa tengah Heru sudjatmoko hingga gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo.
        Kini mereka berharap hasil karya batik mereka bisa dipakai orang nomor 1 di republik ini yakni presiden Joko Widodo.
        Demi mewujudkan impian tersebut, kini komunitas tesebut sedang membuat motive batik khusus untuk Jokowi. Ada 2 jenis motive batik yang telah disiapkan yakni motif kursi roda dan ranting kayu jati.
         “Motif kursi roda menunjukkan ciri khas sebagai orang difabel dan ranting jati  ciri khas kabupaten Blora yang terkenal dengan pohon jatinya,” ungkap Abdul Ghofur ketua DBM, Minggu (28/1/2018) di sanggar batik DBM di jalan Hasanudin kamolan kabupaten Blora.
         Ghofur mengatakan, alasan membuat batik untuk Jokowi agar Jokowi bisa bangga dengan hasil karya kaum difabel khususnya yang ada di kabupaten Blora. Dirinya berharap, Jokowi bisa menerima pemberian mereka, atau bahkan bisa menggunakan batik karya difabel Blora sebagai seragam nasional.
         “Kita pengennya agar kelak pak Jokowi mau memakai batik karya kami dan menjadikannya seragam nasional presiden,” imbuhnya.
          Ghofur mengaku jika keinginannya memberikan batik untuk Jokowi juga sudah mendapat respon baik dari staff kepresidenan. “Kemarin dari bidang V staff kepresidenan sudah bersedia, makanya kami akhirnya beranikan membuat batik ini,” terang Ghofur.
          Dua motif batik untuk Jokowi dikerjakan sebanyak 7 orang yang semuanya difabel selama 3 hari. Rencananya begitu jadi, batik tersebut akan langsung dikirim melalui kantor pos.
         “Senin kalau gak Selasa kemungkinan akan kami kirim. Nanti lewat kantor pos saja,” ujar Ghofur.
         Komunitas difabel Blora mustika (DBM) berdiri sejak 2007 lalu. Saat ini jumlah anggota mereka telah mencapai 700 orang. Komunitas ini sendiri baru sekitar 6 bulan berlatih membuat batik.
(MN/El)