Home News Update Meina Tri Kurniasih, DAI Cilik yang Sering Beri Dakwah TKW di Taiwan

Meina Tri Kurniasih, DAI Cilik yang Sering Beri Dakwah TKW di Taiwan

Meina Tri Kurniasih, DAI Cilik yang Sering Beri Dakwah TKW di Taiwan

Semarang, 13/4 (BeritaJateng.net) – Meina Tri Kurniasih dakwah cilik yang sering ke luar negeri untuk berdakwah kepada para Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan.

Hal tersebut diceritakan oleh Meina Tri Kurniasih saat mengikuti audisi Seleksi Akademik Sahur Indonesia (Aksi) Indosiar di Ruang Sidang Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Peserta dengan nama lengkap Meina Tri Kurniasih ini peserta yang masih duduk di bangku kelas I Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Kendal. Meina menceritakan pengalamannya didunia dakwah sampai di negeri tetangga yakni Taiwan (Korea Selatan) yang saat itu ia memberi dakwah dihadapan para Tenaga Kerja Wanita (TWK) di Taiwan.

Meina mengatakan, bahwa dirinya  sebelum berangkat mengisi dakwah di Taiwan, pada awalnya sering ngisi On Air yang disambungkan melalui telepon, yang waktu itu bibinya masih di Taiwan. Karena mereka para TKW kagum mendengar dakwah yang saya sampaikan ketika usia saya masih 12 tahun.

Dari kekaguman inilah mereka ingin melihat secara langsung, sehingga mereka merelakan uang gajinya untuk memberangkatkan saya ke Taiwan untuk menyampaikan dakwah.

“Alhamdulillah saya udah dua kali diberangkatkan ke Taiwan untuk mengisi dakwah di hadapan para TKW,” ucapnya.

Selain itu, Meina juga mengaku sering mengisi dakwah di masjid-masjid dan sekolah-sekolah. “Alhamdulilllh terakhir, mendapatkan Juara I Prestasi DAI Muda tingkat Jateng di Unnes,” katanya saat ditemui usai mengikuti audisi.

Dari hasil mengisi dakwah serta berbagai kejuaraan DAI yang ia dapat, Meina mengaku uang yang didapat itu untuk membantu pengobatan penyakit stroke yang diderita oleh ayahnya yang bernama Misrom.

Sehingga, dari dorongan dari keluarga, teman-teman serta saudara inilah yang membuat ia memberanikan diri untuk mengikuti Audisi Aksi Indosiar. “Dengan ikut audisi ini, kelak kalau dilolos dan bisa menjadi juara saya akan mengobati penyakit ayah saya dan ingin menaikkan ibadah haji kedua orang tua,” harapnya.

Misrom yang juga turut hadir dalam audisi tersebut berharap anaknya bisa diberi kelancaran dalam mengikuti Audisi ini dan bisa menjadi pemenang.

“Saya juga berharap anak saya dengan keterampialn yang dia miliki nantinya bisa kuliah dan menjadi anak yang sholehah,” harapnya.

Sementara itu, Muhammad Sanusi selaku pelaksana kegiatan mengatakan, bahwa dalam Audisi Aksi ini dikuti sebanyak 50 peserta, yang terdiri dari masyarakat umum mulai dari mahasiswa, pelajar, santri dan umum yang berasal dari berbagai kota seperti Banyuwangi, Kendal, Malang, Semarang, Jakarta, Tegal, Sukabumi dan lainnya.

“Dari 50 peserta yang ikut seleksi ini, nantinya kurang lebih diambil sekitar 10 peserta untuk melanjutkan babak selanjutnya,” terangnya.(BJ06)