Home Nasional Megawati Berduka Dengan Musibah Air Asia

Megawati Berduka Dengan Musibah Air Asia

Megawati. Foto/ist

Jakarta, 31/12 (Beritajateng.net) – Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 berpenumpang 155 orang.

“Indonesia sungguh berduga atas musibah tersebut. Ibu Megawati Soekarnoputri terus mengikuti seluruh perkembangan yang terjadi. Tadi malam pukul 22.00 WIB, beliau menghubungi saya untuk menyampaikan duka cita yang mendalam, dan sekaligus meminta kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Sirmaji dan Ibu Risma Wali Kota Surabaya memberikan dukungan yang diperlukan terhadap crisis centre di Bandara Juanda Surabaya,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Rabu.

Hasto mengungkapkan, fokus perhatian sekarang adalah memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah bekerja dengan sangat baik, profesional, dan menunjukkan manajemen penangganan krisis yang handal.

“Kepada keluarga yang terkena musibah kami mengimbau untuk diberikan bantuan sebaik-baiknya, khususnya melalui manajemen AirAsia,” ujarnya.

Semua pihak, kata Hasto, jelas tidak menginginkan musibah ini, tetapi sangat penting juga untuk dilakukan penelitian yang mendalam atas musibah tersebut.

“Dunia penerbangan Indonesia diharapkan benar-benar dapat mengambil pelajaran dan melakukan berbagai penyempurnaan sistem operasi, sistem keamanan guna memastikan peningkatan standar keselamatan penerbangan,” tutur Hasto.

Terkait dengan penanganan dalam menghadapi musibah penerbangan ini, Hasto atas nama PDI Perjuangan dan Megawati juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah yang secara cepat bergerak mengimplementasikan manajemen krisis dengan menugaskan Wapres Jusuf Kalla untuk memimpin secara langsung.

Basarnas saat ini telah melakukan evakuasi terhadap tujuh jenazah korban pesawat Airasia, dimana dua jenazah diantaranya telah dibawa ke Pangkalan Bun dan kemudian diterbangkan ke Surabaya untuk diidentifikasi.

“Yang lima saat ini sedang dievakuasi, mudah-mudahan sudah berhasil, dipindahkan dari dua kapal ke satu kapal. Yang satu kapal ini karena cuaca tidak baik, sambil menunggu helikopter bisa terbang dengan ‘limit safety’ kapal yang satu (membawa jenazah) saya perintahkan mendekat ke pantai,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo.

Dengan cara itu, menurut dia, akan mempersingkat waktu pemindahan lima jenazah lainnya. “Kita memang bermain dengan cuaca, saya minta semua sabar”.

Ia juga mengatakan masih ada kemungkinan tim SAR gabungan akan menemukan jenazah lagi, namun semua juga tergantung dengan kondisi cuaca di lokasi pencarian.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501. Namun demikian badan pesawat belum dapat ditemukan.

“Tujuh jenazah tersebut terdiri dari empat laki-laki dan tiga perempuan. Enam jenazah tersebut (sebelumnya) ditempatkan di KRI Banda Aceh dan satu di kapal Malaysia,” ujar Soelistyo.

Saat ini, proses pencarian dipersempit menjadi dua sektor yakni di sektor empat dan lima yang terletak di perairan dekat Pangkalan Bun. Terdapat 17 helikopter dan sembilan pesawat yang dikerahkan pada hari ke-4 pencarian pesawat Airbus 320-200 milik Air Asia Indonesia.(ant/Bj02)

Advertisements