Home Nasional Media Sosial Sasaran Empuk Teroris Rekrut Anggota

Media Sosial Sasaran Empuk Teroris Rekrut Anggota

Noor Huda Ismail, saat berdiskusi pola perekrutan anggota ISIS melalui media sosial dan pemutaran film Jihad Selfie.

Semarang, 27/7 (BeritaJateng.net) – Media sosial (Medsos) rupanya menjadi sarana yang bagus bagi jaringan teroris untuk merekrut anggota dari kalangan remaja. Salah satunya adalah jaringan ISIS, dengan propagandanya melalui medsos, ISIS berhasil mempengaruhi remaja di dunia, salah satunya remaja asal Aceh Akbar Maulana yang nyaris bergabung dengan ISIS karena propagandanya melalui medsos tersebut.

Pola perekrutan anggota teroris ISIS ini digambarkan melalui film dokumenter hasil karya pengamat isu teroris Noor Huda Ismail dengan judul ‘Jihad Selfie’ yang diputar di Semarang dalam kegiatan yang digagas oleh Journalis Creative. Menurut Noor Huda, hingga saat ini ada 300 warga Australia, 500 warga Indonesia dan 150 warga Malaysia yang bergabung dengan ISIS.

Akbar Maulana adalah salah seorang remaja asal Aceh yang nyaris bergabung dengan ISIS turut hadir dalam acara tersebut. Akbar mengatakan, saat itu ia merupakan seorang siswa di Imam Katip High School di Kayseri, Turki. Saat di Asrama, Akbar diajak teman satu asramanya dari Indonesia untuk bergabung dengan ISIS.

“Saya mulai tertarik dengan ISIS setelah melihat teman saya yang juga pelajar Indonesia tampak gagah berfoto dengan senjata AKA-47, dari situlah saya mulai resah,” terangnya.

Peserta dengan serius menyaksikan film Jihad Selfie karya Noor Huda Ismail.
Peserta dengan serius menyaksikan film Jihad Selfie karya Noor Huda Ismail.

Ditengah keresahannya, Akbar bertemu dengan Noor Huda, kemudian berkenalan dan saling berbagi cerita. Akbar menegaskan kepada kaum muda untuk tidak terprovokasi dan menjadi radikal dengan melihat tayangan dan gambar dari medsos.

“Karena itu merupakan salah satu pola yang dipergunakan kelompok ISIS untuk merekrut anggota dari kalangan remaja. Masih banyak kok hal positif yang bisa dilakukan demi bangsa, negara dan keluarga,” pesan Akbar.

Sementara itu Noor Huda mengatakan, dari pertemuan dan mendengarkan kisah Akbar menjadikan inspirasi dirinya untuk mengangkatnya dalam film dokumenter yang menceritakan pola perekrutan ISIS melalui medsos dan internet.

“Film ini saya lebih memilih sebagai film parenting daripada film deradikalisme, motivasi saya membuat film ini adalah sebagai sarana silaturahim masyarakat sambil berdiskusi persoalan terorisme,” ujar Noor Huda.

Film ini berakhir kegembiraan dengan kembalinya Akbar ke keluarganya di Aceh. Akbar membatalkan niatnya untuk bergabung dengan ISIS karena kedekatannya dengan sang bunda dan ayahnya. Akbar mengaku tidak sanggup jika mendengar bundanya menangis jika dirinya bergabung dengan ISIS dan tewas dalam pertempuran. (BJ)

Sekilas Gambaran Isi Film Jihad Selfie

Jihad Selfie

Jihad Selfie

Jihad Selfie

Jihad Selfie

Jihad Selfie

Jihad Selfie