Home Headline Mbah Rebi dan Muchlisin Tewas Keruntuhan Tembok

Mbah Rebi dan Muchlisin Tewas Keruntuhan Tembok

rumah dibongkar

Kudus, 26/2 (BeritaJateng.net) -Nasib nahas dialami Mbah Rebi (80) dan Muchlisin (40). Warga Desa Bejirejo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora dan warga Desa Kirig RT 03/ RW 01, Kecamatan Mejobo Kudus ini, Selasa (25/2) sore tewas akibat keruntuhan tembok rumah milik Suwarno (43) di Desa Kirig RT 05/ RW 04.

Keterangan yang dihimpun Beritajateng.net di lokasi kejadian menyebutkan, hari itu belasan warga kerja ’sambatan’ membongkar rumah tua milik Suwarno yang rencananya akan dibangun ulang. Pagi hingga sekitar pukul 14.00, warga secara gotong royong berhasil menurunkan genting dan atap rumah.

Setelah berhasil membongkar bagian atas, rencananya kerja sambatan itu akan dilanjutkan merobohkan tembok bangunan. Namun, ketika warga sedang istirahat untuk makan dan sholat ashar, tiba-tiba Mbah Rebi ditemani anaknya Suyani (43) melintas dekat tembok yang akan dirobohkan.

Melihat ada orang yang hendak lewat, warga berusaha mencegah dengan cara meneriakinya. Hanya saja, dua perempuan ini kemungkinan tidak mendengar atau tidak memahami apa maksud terikan tersebut.

”Saat berada disamping tembok yang kondisinya sudah miring tersebut, tiba-tiba tembok benar-benar roboh dan mengenai tubuh Mbah Rebi. Sedangkan Suyani berhasil menghindar dari rentuhan tembok,” tutur Sekretaris Camat (Sekcam) Mejobo, Joko Kuswanto saat mendampingi Beritajateng.net di lokasi kejadian.

Mengetahui dua orang tertimpa tembok, lanjutnya, dua warga yang ikut kerja sambatan yakni Muchlisin dan Ulinuha (35) berusaha menolong. Ketika keduanya hendak mengangkat tubuh Mbah Rebi, separuh tembok yang masih berdiri tiba-tiba runtuh dan mengenai tubuh Muchlisin.

”Sedangkan Ulinuha yang berada tidak jauh dari Muchlisin berhasil menghindar dan hanya kaki kirinya yang luka ringan terkena pecahan batu bata,” lanjutnya.

Mengetahui kejadian tersebut, puluhan warga yang sedang istirahat ramai-ramai menolongnya. Untuk menyelamatkan jiwa Mbah Rebid an Muchlisin mereka melarikannya ke rumah sakit.

Nahas, setelah mendapat perawatan beberapa saat di RSU Mardi Rahayu, nyawa keduanya tidak berhasil ditolong.

Malam harinya, jenasah Mbah Rebi dibawa keluarganya ke kampong halamannya di Blora untuk dimakamkan. Sedangkan jenasah Muchlisin, pagi harinya (25/2) dimakamkan di pemakaman desa Kirig.

”Korban Suyani dan Ulinuha yang hanya mengalami luka ringan hanya menjalani rawat jalan,” tegas Joko Kuswanto.

Terpisah, menurut penuturan anak Mbah Rebi yang tinggal di Desa Kirig, Sarah (35) kedatangan orang tuanya tersebut untuk menengok cucunya yang sedang di khitan. Rencananya, Mbah rebi akan berada di Kudus sampai cucunya sembuh.

”Kebiasaan ibu kalau ke Kudus, sekaligus menengok saudaranya lainnya yang kebetulan juga tinggal di desa Kirig. Namun takdir berkata lain dan kami anak-anaknya sudah menerimakan kepergian ibu,” tuturnya. (BJ12)