Home Lintas Jateng Mayday, Buruh Semarang Tolak Berpolitik 

Mayday, Buruh Semarang Tolak Berpolitik 

Hari buruh diperingati buruh Semarang dengan orasi dan gelar aksi.

Semarang, 1/5 (BeritaJateng.net) – Hari buruh se-dunia yang diperingati setiap tanggal 1 Mei dan ditetapkan sebagai hari libur Nasional di Indonesia untuk memperjuangkan harkat dan martabat buruh.

Pada peringatan hari buruh kota Semarang kali ini dipusatkan di Tri Lomba Juang dengan berorasi dimulai dari Simpang Lima kota Semarang diikuti oleh 6 federasi serikat buruh.

Keenam federasi tersebut diantaranya adalah Federasi kesatuan serikat pekerja nasional (FKSPN), federasi serikat pekerja independen (FSPI), federasi serikat pekerja kimia energi pertambangan dan umum (FSM KEP), federasi serikat pekerja (Kahutindo), federasi serikat pekerja farmasi dan kesehatan reformasi, (FSP Farkes Ref), yayasan annisa swasti (Yasanti) dan buruh dari jurnalis.

 

Walikota Semarang Hendrar Prihadi berfoto bersama dengan para jurnalis.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi berfoto bersama dengan para jurnalis.

Federasi buruh yang tergabung dalam Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) menuntut:

1. Tolak sistem kerja kontrak dan outsourching tetapkan status pekerja kontrak (pkwt) menjadi tetap (PKWTT).

2. Tolak PP 78/2015 tentang pengupahan (wujudkan upah layak yang mampu mensejahterakan buruh/pekerja).

3. Bubarkan BPJS (Kembalikan sistem jaminan sosial yang melindungi pekerja berta keluarganya dari iurannya ditanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja.

4. Perbaiki sistem peradilan kenagakerjaan ( wujudkan sistem pengadilan hubungan industrial yang cepat, murah, dan berkeadilan

5. Tolak kriminalisasi aktivitas buruh dan stop ‘union busting’.

Ditekankan juga bahwa persatuan federasi buruh tidak akan menjadi partai politik dan akan selalu independen.

Para buruh di Semarang memusatkan kegiatan di Tri Lomba Juang Semarang
Para buruh di Semarang memusatkan kegiatan di Tri Lomba Juang Semarang

Acara yang dihadiri ratusan buruh dari 6 federasi juga dihadiri pejabat terkait selaku triparti dalam hubungan industrial diantaranya Hendrar Prihadi selaku Walikota Semarang dan Budi Wibowo Asisten III Mewakili dari Gubernur Ganjar Pranowo.

Ketua Umum DPW KSPN Jawa Tengah, Nanang Setiyono mengatakan, keenam federasi ini sepakat untuk tidak ada pembentukan deklarasi partai politik. “Buruh tidak ingin terlibat dalam partai politik,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendukung dan menghargai apapun upaya para buruh termasuk menyepakati untuk tidak terlibat dalam partai politik. “Pilihan tidak berpolitik dari buruh ini harus dihargai dan di beri apresiasi,” ujar Hendrar Prihadi.

“Dalam perjuangan mayday kali juga dipikirkan juga bagaimana buruh  bisa beli rumah dengan harga yang terjangkau ,dan di tahun depan pemerintah siap memfasilitasi peringatan mayday yang dilakukan buruh,” tandasnya.(MG2)