Home Ekbis Masyarakat Kulon Progo Budidayakan Semut Kroto

Masyarakat Kulon Progo Budidayakan Semut Kroto

image
Ilustrasj

Kulon Progo, 7/1 (Beritajateng.net) – Sebagian masyarakat Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membudidayakan semut “kroto”, seiring banyaknya permintaan dan harganya yang tinggi.

Salah satu pembudi daya semut “kroto”, Hadi Subroto di Kulon Progo, Rabu, mengatakan dirinya sudah menggeluti budi daya semut rangrang ini sehak dua tahun lalu.

“Pada saat musim hujan seperti sekarang, keberadaan ‘kroto’ sangat sedikit, bahkan langka. Hal ini menjadi peluang usaha yang sangat prospektif,” kata Hadi.

Ia mengatakan dirinya membudidayakan semut “kroto” di sebuah ruangan seluas sekitar sembilan meter persegi. Di ruangan itu ditempatkan puluhan toples yang digunakan sebagai tempat penangkaran semut.

Telur semut rangrang atau juga biasa disebut dengan “kroto”, biasa dijual ke pedagang besar di wilayah Ambarawa, Jawa Tengah.

“Saya memenuhi permintgaan penjual makanan burung dari daerah Ambarawa, dan biasanya kroto selalu diambil ke sini,” katanya.

Hadi mengatakan masa panen semut rangrang ini sekitar 21 hari, dengan harga jual kroto sekitar Rp100 ribu per kilogram.

“Pendapatan tidak tentu, tapi antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta tiap kali panen,” kata dia.

Selain itu, Hadi Subroto juga menjual semut rangrang (indukan) yang sudah siap dibudidayakan. “Setiap toples, saya jual Rp100 ribu,” katanya.

Ide awal dari budi daya semut rangrang ini didapat dari seringnya membaca buku maupun majalah yang mengupas tentang burung berkicau. Kemudian, dirinya mencoba usaha sendiri yang akhirnya usaha tersebut kini sudah membuahkan hasil seperti sekarang ini.

“Hasilnya lumayan buat tambahan pendapatan keluarga,” kata Hadi.(ant/Bj02)

Advertisements