Home News Update Masih Menyandang Status PNS, Anung Dianggap Lakukan Pelanggaran Politik Praktis

Masih Menyandang Status PNS, Anung Dianggap Lakukan Pelanggaran Politik Praktis

Anung Indro Susanto
Anung Indro Susanto
Anung Indro Susanto

Solo, 8/7 (BeritaJateng.net) – Meski sudah resmi menjadi bakal calon walikota Solo yang diusung oleh Koalisi Solo Bersama (KSB) Anung Indro Susanto yang sampai saat ini Anung belum juga mengajukan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) kota Solo.

Anung sampai saat ini  masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A dan KB)     

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Budi Soeharto rencananya akan mengirimkan surat teguran kepada  Anung Indro Susanto, karena terjun ke dalam politik praktis. Anung dinilai sudah  melanggar Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Surat teguran ini sudah kita layangkan minggu lalu,” jelas Budi kepada wartawan di Balaikota, Selasa (7/7) kemarin.

Surat teguran yang dikirim minggu lalu itu  lanjut Budi juga disertai dengan bukti keterlibatan yang bersangkutan berada dalam satu event dan ada lambang partai  meski saat itu Anung tidak mengenakan pakaian dinas. Hal  itu bisa dikategorikan berpolitik praktis sehingga harus segera harus segera mengundurkan diri.

Dan itu berarti PNS tersebut (Anung) sudah masuk dalam politik praktis meski saat itu Anung tidak mengenakan pakaian dinas. 

Surat teguran bernomor 800/2828/2010, lanjut Budi juga dilampirkan hasil konsultasi Sekda dengan Badan Kepegawaian Negera (BKN). 

“Semoga dengan teguran tersebut beliau (Anung) bisa mengambil sikap. Dan jika masih melakukannya,  bisa saja diberhentikan secara tidak hormat (dipecat),” pungkas Budi. (BJ24)