Home Hukum dan Kriminal Masih DPO, Berkas Kasus Korupsi Dana CSR PTPN IX akan Dilimpahkan

Masih DPO, Berkas Kasus Korupsi Dana CSR PTPN IX akan Dilimpahkan

Semarang, 5/8 (BeritaJateng.net) – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang memastikan akan segera melimpahkan berkas perkara tersangka perkara dugaan korupsi penyaluran dana program kemitraan atau dana Corporate Social Responsibility (CSR), dari Perseroan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) IX Semarang tahun 2012 sebesar Rp 1, 250 miliar, melalui lembaga penyalur Koperasi Sinergi Inti Artha (KSIA) kepada 66 mitra binaanya, yang menjerat Ketua KSIA Zaenal Arifin (ZA) ke Pengadilan Tipikor Semarang.

“Untuk berkas tersangka ZA, sudah jadi tinggal jilid kalau selesai baru dilimpah ke Pengadilan Tipikor dalam waktu dekat,” kata Kepala Kejari Semarang, Rizal Pahlevi melalui Kasi Tipidsus, Sutrisno Margi Utomo kepada wartawan.

Namun demikian, Sutrisno mengaku pelimpahan berkas tersangka tersebut, tidak akan disertai tersangka karena hingga saat ini Zainal Arifin masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Jadi nanti dilimpah tanpa tersangka karena ZA masih DPO,” ujar Sutrisno yang sudah resmi menjadi Kasi Pemeriksa Kejati Jawa Timur ini.

Kasi Intelijen Kejari Semarang, Tri Yulianto menambahkan, untuk tersangka ZA nanti akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Saat ini sudah lebih dari 30 saksi mitra binaan yang kami periksa, termasuk dari pihak koperasi dan PTPN IX. Bahkan salah satu mitra binaanya adalah Jeng Ratu sebagai salah satu koordinator kelompok,” imbuhnya.

Perlu diketahui, dalam program tersebut diketahui Zainal Arifin selaku Ketua KSIA menyalurkan dana program kemitraan kepada Koperasi Mitra Inti Kudus (KMIK) sebesar Rp 250juta untuk 25 mintra binaanya yang fiktif, begitu juga dengan kelompok Sri Padiyatmi dengan jumlah penyaluran dana Rp 100juta untuk 5 mintra binaanya yang juga fiktif.

Bukan hanya itu, penyaluran fiktif juga diketahui disalurkan di Koperasi Inti Muamalat (KIM) sebesar Rp 300juta dan Kelompok Pudak Payung (KPP) sebesar Rp 90juta dimana total seluruh dana tersebut fiktif dan tidak disetorkan Zainal Arifin ke PTPN IX Persero Semarang. Dugaan korupsi juga diperkuat dengan diketahuinya dana program kemitraan untuk Kelompok Kampung Jamu (KKJ) yang seharusnya disalurkan Rp 500juta hanya diberikan Rp 400juta.(BJ)

Advertisements