Home Headline Masih Banyak Anak di Semarang Belum Miliki KIA

Masih Banyak Anak di Semarang Belum Miliki KIA

633
Penyerahan simbolis Kartu Identitas Anak (KIA).

Semarang, 28/8 (BeritaJateng.net) – Ratusan ribu anak di Kota Semarang belum miliki Kartu Identitas Anak (KIA). Tercatat hingga saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang baru mengeluarkan Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 173 ribu.

Sedangkan berdasarkan data Dispendukcapil, ada sebanyak 443 ribu anak di Kota Semarang.

Artinya, masih ada ratusan anak di Kota Semarang yang belum memiliki KIA. Padahal seusai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 2016, setiap anak yang berusia dibawah 17 tahun wajib memiliki KIA.

Kepala Disdukcapi Kota Semaraang, Adi Tri Hananto mengakui, kepemilikan KIA di Kota Semarang masih rendah. Saat ini kepemilikan KIA baru mencapai 31 persen.

Sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat yang memiliki anak usia 0 hingga 17 tahun segera mengurus KIA.

Pihaknya menargetkan 61 persen anak di Kota Semarang dapat memiliki KIA di tahun 2019.

“Kami harap seluruh anak di Kota Semarang memiliki KIA. Sesuai Permendagri, mulai 2019 KIA itu wajib dimiliki. Ini dalam rangka membuat pendataan penduduk lebih mudah sekaligus untuk merencanakan pembangunan dan layanan yang lain,” jelas Adi.

Dalam kesempatan puncak peringatan hari anak nasional tingkat Kota Semarang yang diselenggarakan di Taman Indonesia Kaya, Selasa.

Adi juga terus melakukan sosialisasi kepada anak-anak agar segera mengurus kepemilikan KIA.

Adi memaparkan, pemilik KIA bisa mendapatkan berbagai keuntungan. Pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah mitra yang bakal memberikan keuntungan bagi para pemilik KIA, antara lain Trans Semarang, Toko Buku Gramedia, Merbabu, Toha Putra, Gunung Agung, Merby, English First, Halmahera Music School, Waterblaster ddan Junggle Toon.

Pemilik kia hanya menunjukan KIA kepada mitra Dispendukcapil untuk mendapatkan keuntungan.

“Pemilik KIA kalau naik BRT hanya Rp 1.000. Di English First mereka gratis biaya pendaftaran, di beberapa toko buku dan dan lainnya mereka juga mendapatkan diskon,” sebut Adi.

Dia melanjutkan, Dispendukcapil juga bekerjasama dengan rumah sakit, diantaranya Telogorejo, Roemani, RSWN, Hermina, dan Panti Wilasa.

Setiap ibu hamil yang melahirkan mereka akan segera diuruskan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan pembuatan paket administrasi yang berisi KIA, Kartu Keluarga, dan Akta kelahiran.

Saat ini, Dispendukcapil juga tengah memperluas mitra agar pemilik KIA bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak. (El)