Home Hukum dan Kriminal Maryati Kini Jadi Tahanan Kota

Maryati Kini Jadi Tahanan Kota

image

Kudus, 13/4 (Beritajateng.net)-Setelah mendapat sorotan media dan praktisi hukum, terdakwa kasus penganiayaan ringan yang dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP yang ditahan oleh JPU sejak 3 Maret 2015 dan kini sedang menjalani persidangan di PN Kudus. Akhirnya status penahanan Maryati (26) dialihkan menjadi tahanan kota.
Permohonan pengalihan penahanan terdakwa dikabulkan majelis hakim melalui putusan sela di PN Kudus, Senin (13/4).Selain mendengarkan putusan sela majelis hakim yang dipimpin Heri Susanto, terdakwa juga mendengarkan tuntutan jaksa yang dibacakan JPU Ati Ariyati dengan tuntutan 2 bulan 15 hari.

Dalam putusan sela tersebut, hakim juga membebankan uang Rp 30 juta secara tanggung renteng kepada para penanggungjawab jika terdakwa melarikan diri. Mendengar putusan sela yang atas permohonan pengalihan penahanan yang diajukan tim penasehat hukumnya dari Bakobakum UMK yang dipimpin Yusuf Istanto, Maryati langsung sujud syukur sambil menangis. Menurutnya, dikabulkannya permohonan tersebut merupakan anugerah yang harus disyukuri.

”Saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT dan semua pihak yang membantu saya selama menjalani persidangan ini. Terutama para wartawan yang memberitakan perkara saya,” tutur Maryati ditemui di sel tahanan PN Kudus dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, setelah berada di luar tahanan dia akan segera menemui bayinya Sintya Dewi Pertiwi (3 bulan) yang dirawat di rumah sakit sejak Sabtu (11/4) karena menderita diare. Maryati mengaku kangen setelah ditinggal 43 hari karena ditahan oleh jaksa penuntut umum (JPU) bersamaan pelimpahan berkas perkara dari Polsek Jekulo.”Kasihan anak saya yang terpaksa tidak bisa mengkonsumsi ASI karena saya harus menginap di tahanan Rutan Kudus,” tambahnya.

Masih dengan air mata berlinangan, Maryati mengaku tidak menaruh dendam terhadap siapapun termasuk kepada Wiranti Yusi Suryandari (37) yang melaporkannya ke polisi. Menurutnya, perbuatannya menggigit lengan wanita selingkuhan suaminya itu dilakukan karena dorongan emosi.

”Semoga semua ini menjadi pengalaman bagi saya dan semua yang terlibat dalam kasus ini. Saya yakin, semua istri pasti akan berusaha mempertahankan suaminya ketika tergoda dengan wanita lain,” tambahnya.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dan putusan sela ini, mendapat perhatian dari Komisi Yudisial (KY) Jateng. Dua petugas KY yakni M Farhan dan Feri Fernandes kepadaberitajateng.net menegaskan kedatangannya untuk memantau persidangan perkara nomor 32/ Pid.B/ PN Kudus/ 2015 dengan terdakwa Maryati.

”Kami sengaja datang untuk mengetahui proses persidangan dengan terdakwa Maryati yang mendapat perhatian akademisi, publik dan media. Terutama karena terdakwa masih memiliki bayi yang berusia 3 bulan,” jelas Feri.

Seperti diketahui, Maryati (26) warga Desa Bulungcngkring, Kecamatan Jekulo Kudus sejak 3 Maret 2015 ditahan oleh JPU karena disangka melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan ringan. Selama proses penyidikan di Polsek Jekulo, Maryati tidak ditahan karena dinilai kooperatif dan tidak menyulitkan proses penyidikan. (BJ12)