Home Headline Mantan Pembantu Korban, Otak Pelaku Pembunuhan Ibu Di Perumahan Ngaliyan

Mantan Pembantu Korban, Otak Pelaku Pembunuhan Ibu Di Perumahan Ngaliyan

Mantan Pembantu Korban, Otak Pelaku Pembunuhan Ibu Di Perumahan Ngaliyan
       Semarang, 5/3 (BeritaJateng.net) – Polrestabes Semarang berhasil mengungkap motif kasus pembunuhan ibu muda  bernama Meta Novita Handayani, Warga Bukit Deliama,  Ngaliyan Kota Semarang.. Pembunuhan itu diotaki oleh perempuan muda mantan pembantu rumah tangga berinisial YA (15)
        Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan berawal  ketika YA meminta kekasihnya Rifai (24) warga Mangkang Semarang untuk membalas dendam sakit hatinya karena dulu saat bekerja dengan korban sering disumpahi korban.
        “Motifnya dendam, sakit hati. Tersangka wanita sempat bekerja sebagai pembantu korban 2 bulan. Otaknya si wanita ini,” ujarnya di Mapolrestabes Semarang, Semarang (5/3).
        Dari keterangan yang diperoleh, YA sakit hati karena dilarang pacaran dengan Rifai. Kemudian L menantang Rifai untuk membalas sakit hatinya.
         “Si wanita menantang pacarnya apakah berani membalas sakit hatinya,” tambahnya.
       Pada hari Kamis (1/3) lalu, keduanya  Rifai dan YA berboncengan menggunakan sepeda motor ke Perumahan Permata Puri Bukit Delima, Kelirahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang mendatangi rumah korban.
        “Mereka mendatangi rumah korban dan meminta minum. Disaat korban akan mengambil minum, korban di bekap dan ditusuk oleh pelaku Rifai dari belakang,” terang Abi.
         Korban saat itu masih sempat teriak dan pelaku langsung menambah tikaman sebanyak 3 kali. Setelah korban tewas, ia menaruh jenazah di kamar korban. Usai korban ditusuk, L kabur.
         Setelah itu pelaku membekap anak lelaki korban dan mencekiknya. Beruntung saat itu ada tetangga yang memergoki aksi tersebut dan menghentikannya. “Pelaku mengaku anak korban adalah momongannya,” imbuhnya.
        Pelaku kemudian kabur dengan bertelanjang kaki dengan motornya. Warga sempat mengambil foto pelaku dari belakang dan viral.
Hari Sabtu (3/3), dua pelaku ditangkap di wilayah Polsek Banyumanik setelah ada laporan warga yang melihat dua pelaku itu.
       Sementara itu Rifai mengaku membunuh karena diminta L untuk mengerjai mantan majikannya itu. Awalnya ia mengajak seorang teman, tapi temannya tidak mau dan akhirnya hanya meminjam motor.
        “Saya juga pernah dikatai jelek, hitam, sama dia (korban). Kalau sekali tidak apa-apa, ini beberapa kali,” ujar Rifai.
        Setelah direncanakan sehari, Rifai berangkat ke rumah korban berbekal pisau yang diselipkan di celana. Ia juga mengaku nekat melakukannya karena cinta dengan L. “Pisau itu memang punya saya,” ujar Rifai.
        Hal senada diungkapkan L. Ia mengaku sakit hati dengan korban karena disumpahi tidak akan punya kerja jika keluar dari rumah korban. Dia pun mengadu ke Rifai yang sudah menjalin hubungan dengannya 5 bulan.
        “Saya bilang berani membalas sakit hati saya atau tidak. Kami berencana mencelakai,” kata L.
         Kini atas perbuatannya kedua kekasih ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.  (Nh/El)