Home News Update Mantan Model ini Sekarang Fokus Jadi Pegiat Anak Jalanan

Mantan Model ini Sekarang Fokus Jadi Pegiat Anak Jalanan

image

Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Dewi Susilo Budiharjo (45) yang merupakan mantan model kini tergerak untuk menjadi pegiat anak jalanan dan kaum marjinal, seiring tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
     
“Meski kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Tengah menempati urutan ke-18, angkanya besar sekali. Saya prihatin, lebih dari 1.000 kasus pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Jateng,” katanya di Semarang, Kamis.
     
Perempuan pengusaha yang juga Ketua Yayasan Berkat Bagi Bangsa itu menjelaskan keinginannya mengabdi terhadap anak jalanan dan kaum marjinal itu berawal dari pengalaman religiusnya yang sangat menyentuh.
     
Ibu dua anak itu pernah mengalami lumpuh di kedua kakinya setelah terjatuh di sebuah hotel sekitar tahun 2013, dan membuatnya merasakan kehidupan yang benar-benar berbeda dari dunia seorang model.
     
“Ya, kan kedua kaki saya lumpuh. Dokter memvonis kelumpuhan saya berlangsung sampai setahun, namun dalam dua bulan saya sembuh. Saya merasakan inilah berkat Tuhan,” kata pemilik DeNaTa Cafe Semarang itu.
     
Begitu sembuh dari kelumpuhannya, Dewi tergerak untuk membaktikan hidupnya kepada Tuhan dengan memberikan pendampingan kepada anak-anak jalanan dan kaum marjinal melalui pendirian rumah-rumah singgah.
     
“Saya merasakan kejadian itu merupakan berkat Tuhan. Dalam hati saya berkata, ‘Tuhan, jika saya sembuh, saya akan lebih gila lagi untuk berbakti,” tukas perempuan kelahiran Semarang, 12 Mei 1970 itu.
     
Berkat pengabdiannya yang dimulai pada 2013, kini Dewi telah memiliki 11 titik rumah singgah yang dinamainya “Rumah Anugerah” itu di berbagai kawasan, seperti Tanggungreko, Tambaklorok, Karangroto, dan Gunungpati.
     
“Rumah Anugerah” yang memfasilitasi pelayanan dan pembelajaran karakter terhadap anak-anak jalanan dan masyarakat itu sementara masih memanfaatkan balai-balai rukun warga (RW) dan balai rumah susun.
     
“Terus terang, saya bermimpi bisa membangun rumah singgah sendiri yang bisa menampung anak-anak jalanan. Dari 11 titik yang sudah ada, saya berharap bisa berkembang sampai menjadi 50 titik,” ungkapnya.
     
Wanita ayu itu pun mengakui kerap mendapatkan cibiran dan lontaran sinis atas apa yang dilakukannya membantu anak-anak jalanan dan kaum marginal, namun Dewi bertekad untuk terus mengabdi kepada Tuhan.
     
Dengan mendaftarnya Dewi sebagai bakal calon wakil wali kota Semarang dari PDI Perjuangan, perempuan ramah itu pun tak menampik ada beberapa pihak yang menilai apa yang dilakukannya sebagai pencitraan.
     
“Ya, bagaimana lagi. Yang penting, saya niat mengabdi kepada Tuhan. Bahkan, 100 persen keuntungan dari bisnis cafe ini pun disalurkan untuk membantu biaya sekolah anak-anak jalanan ini,” katanya.
     
Atas kiprahnya selama dua tahun terakhir membantu anak-anak jalanan, Dewi pun mendapatkan penghargaan sebagai Duta Bunda Perlindungan Anak Jawa Tengah dan Semarang dari Komisi Nasional Perlindungan Anak.
     
Yayasan Berkat Bagi Bangsa yang dipimpinnya pun berhasil mengajak 2.500 anak untuk mendeklarasikan gerakan menentang kekerasan terhadap anak di Semarang yang memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). (Bj05)