Home Headline Mantan Kades Diduga Korupsi Pengadaan Sapi

Mantan Kades Diduga Korupsi Pengadaan Sapi

image
Slamet Effendi, Kabid Peternakan Distanak Jepara.

Jepara, 7/1 (Beritajateng.net) – Dugaan kasus korupsi bantuan dana pengadaan hewan ternak sapi dari kementrian peternakan dialamatkan pada mantan KepalaDesa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Jepara, Nurdin. 

Nurdin diduga tidak membelanjakan dana yang semestinya diperuntukkan untuk pengadaan hewan ternak 28 ekor sapi. Nilaidugaan korupsi dari pengadaan tersebut mencapai Rp 280 juta dengan asumsi harga satu ekor sapi Rp 10 juta.

Slamet Effendi Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara mengatakan, bantuan dana pengadaan hewan ternak sapi itu terjadi pada 2012 lalu.Ketika itu Nurdin masih menjabat sebagai Kepala Desa Mindahan Kidul.

Pada saat menjabat kepala desa,Nurdin  banyak memanfaatkan perangkatnya untuk memuluskan niat buruknya itu. Slamet menyampaikan, kelompok tani didominasi oleh perangkat yang diduga sengaja dibentuk Nurdin untuk melancarkan aksi korupsinya.

“Para anggota kelompok tani itu kemudian tak mau lagi terlibat dalam pengelolaan dana tersebut, dan diambil alih petinggi,” kata Slamet.

Saat pengadaan hewan ternak masih dalam proses, pihakDistanak hanya melakukan pendataan dan rekomendasi kelompok petani yang akan diusulkan menerima bantuan tersebut. Sedangkan bantuan dana pengadaan hewan ternak sapi itu turun langsung dari Kementerian  Pertanian.

“Kami hanya memberikan fasilitasi untuk pengucuran bantuan hewan ternak sapi saat itu. Jadi uang tersebut, tak melalui Distanak Jepara karena langsung turun dari pusat mengalir ke rekening kelompok tani tersebut,” tandas Slamet.

Kasus dugaan korupsi pengadaan hewan ternak sapi ini masih dalam proses hukum oleh Polres Jepara dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Jepara. Slametmengaku pernah diminta memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus tersebut.

Dugaan korupsi bantuan dana pengadaan ternak sapi muncul, setelah diketahui jumlah sapi yang dibeli tidak sesuai aliran dana yang dikucurkan. Bantuan tersebut hanya dibelanjakan beberepa persen saja.

“Selebihnya diduga masuk ke kantong pribadi,” imbuhnya.

Saat aroma korupsi itu terendus, petinggi itu pun kini menyandang predikat sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan hewan ternak sapi kelompok tani di Desa Mindahan Kidul.

“Proses hukum selanjutnya kami tak banyak tahu. Bahkan saya mendengar Nurdin dikabarkan tidak berada di Jepara. Mungkin melarikan diri,” pungkas Slamet. (BJ18)