Home Headline Manipulasi Produk, Dua Wanita Penjual Kosmetik Diamankan  

Manipulasi Produk, Dua Wanita Penjual Kosmetik Diamankan  

Kosmetik oplosan berhasil diamankan polisi.
        Semarang, 6/2 (BeritaJateng.net) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng berhasil mengungkap peredaran kosmetik tanpa ijin edar dan tidak berstandar BPOM melalui media sosial Facebook. Dalam pengungkapan ini Polisi  mengamankan dua penjual wanita dan menyita berbagai macam kemasan kosmetik.
          Barang bukti yang disita diantaranya 92 buah kosmetik merek Immortal Sunscreen Cream Beige, 84 buah sabun merek sehat, 59 buah kosmetik produk Viody. Kemudian 220 cream suncare, dan juga bahan-bahan pembuatan kosmetik tersimpan dalam jerigen.
           Barang bukti tersebut disita di dua tempat yakni di daerah Desa Karangsumber Kecamatan Winong bernama SW, 21, dan PD, 25, ibu rumah tangga, warga Desa Boloagung Kecamatan Winong Kabupaten Pati.
          Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono menjelaskan pengungkapan ini  berawal dari maraknya penjualan baik langsung mapun secara online yang tidak memiliki izin edar dari BPOM melalui medsos, di wilayah hukumPolres Pati.
          “Menyikapi hal ini Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah menurunkan anggota Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) untuk melakukan penyelidikan terhadap dua akun facebook, masingmasing SF dan WS yang menjual beragam produk kesehatan dan kecantikan,” ujarnya saat mengelar press rilis di Ditreskrimsus Polda Jateng.
Barang bukti kosmetik oplosan.

Dari penyelidikan ini diketahui,keduanya beralamat di Desa Boloagung, Kecamatan Kayen dan Desa Karangsumber, Kecamatan Winong. Temuan ini selanjutnya ditindaklanjuti dengan penyelidikan terbuka di kedua alamat yang dimaksud, akhir Januari 2017.

          Hasilnya, polisi menemukan berbagai produk kosmetik dari berbagai produsen (yang telah mengantongi izin edar BPOM) yang beredar bebas di pasaran. Namun pelaku melepas label dan mengemas ulang kekemasan lain lebih kecil dan tidak mencantumkan label izin edar BPOM.
          “Produk-produk ini sesungguhnya bisa dijual di swalayan dengan harga terjangkau. Tapi sewaktu diiklankan di facebook, bilangnya ini produk impor dan tidak ada labelnya,” tambahnya.
           Kemasan-kemasan baru inilah yang selanjutnya dijual kembali dan ditawarkan melalui akun medsos dengan iming-iming produk asli luar negeri yang tidak akan dijumpai di toko- toko kosmetik maupun toko kecantikan pada umumnya.
           Diantaranya  serum jerawat, malam glow, tabir surya, krim jerawat, krim siang, body siang Spf (60), body malam istimewa (H+d0,5),sabun CM3 glowing dan lainnya. Cara transaksinya bisa melalui online atau COD dan penjualannya tentu dengan harga yang lebih mahal dari harga aslinya
          Oleh keduanya Produk kosmetik tersebut dijual dengan harga bervariasi dan yang jelas lebih tinggi dari tarif normal. Produk seharga Rp 20 ribu, setelah dilepas labelnya untuk memunculkan kesan barang impor, dijual kembali dengan harga Rp 35 ribu. Transaksinya sendiri dilakukan dengan sistem ketemuan (COD) atau melalui pengiriman paket.
Barang bukti kosmetik oplosan.

“Dari hasil penjualan keuntungan yang diperoleh berkisar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per bulannya,” lanjutnya.

          Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menghimbau, agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan harga murah dari luar negeri, mengingat masih adanya kemungkinan terjadinya pengoplosan di setiap temuan produk tak berizin.
            Dari keduanya, polisi mengamankan ratusan jenis dan kemasan produk kosmetik dan kecantikan, sepertiImmortal Sunscreen Cream Beige, sabun Milky & Healthy, Viody, Theraskin,kosmetik green Tea Ayu, Bleching, Renewal Cream dan lainnya
           Dari kasus ini keduanya terancam dengan jeratan pasal Pasal 197 juncto Pasal 106 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Lalu Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Undang-Undang RI tentang Perlindungan Konsumen. (Nh/El)