Home Hukum dan Kriminal Manajemen Bantah Menggunakan Behan Kimia Untuk Mencampur Susu

Manajemen Bantah Menggunakan Behan Kimia Untuk Mencampur Susu

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi


Klaten, 23/5 (BeritaJateng.net) – Tim Manajeman dari Puspetasari yang bertanggungjawab untuk melakukan penggolahan susu di Koperasi Unit Desa (KUD) Karangnongko melalui Humasnya yakni Sulistyo Sudibyo membantah dengan tegas, jika pengolahan susu mereka dicampur dengan bahan kimia berbahaya. 

Sebelumnya KUD Karangnongko yang masuk dalam  anak usaha dari Puspetasari digerebeng Satreskrim Polres Klaten karena diduga mencampur susu dengan bahan kimia berbahaya pada Jumat (22/5/2015). 

“Tidak benar bila kita mengunakan bahan-bahan berbahaya untuk pengolahan susu.  Bahan-bahan itu seperti pembersih lantai dan deterjen itu digunakan untuk membersihkan sanitasi. Dan tidak digunakan untuk bahan campuran susu,” jelasnya, Sabtu (23/5/2015).

Sulistyo juga menjelaskan alhohol dan metilin blue juga asam sulfat digunakan untuk menguji kualitas susu bukan untuk bahan campuran susu. Pengolahan susu disini (KUD) sudah sesuai dengan prosedur baku. 

“Contohnya untuk asam sulfat itu kita sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti UNS Solo, untuk menguji kualitas susu disini,”terang Sulistyo.

Sulistyo juga menyebutkan karena satu tanki susu siap kirim tersebut disita, maka pihaknya menhalami kerugian. Pasalnya susunya menjadi basi dan rusak dan terpaksa di buang. 

“Kita rugi karena susu sebanyak satu tangki atau sekitar 3.000 liter yang disita itu berasal dari peternak sapi di sekitar lokasi. Terpaksa harus kita buang,” aku Sulistyo. 

Sedangkan berapa nilai kerugian yang haris ditanggung, Sulistyo belum bisa menjawab angka pastinya karena menunggu dari  manajemen Puspetasari. 

“Terkait kerugian kami masih akan bicarakan lagi dengan manajemen Puspetasari yang lain. Dan pastinya kami juga menghargai prosedur yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” ujar Sulistyo lebih lanjut. 

Terpisah Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Farial M Ginting mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut. Masih harus menunggu hasil tes dari laboratorium.  

“Kita masih menunggu hasil uji laboratorium dari Semarang dan Yogjakarta. Apabila ditemukan indikasi pidana, kita akan tindak secara hukum,” tegas Farial.

Sedangkan tindakan yag ditempuh pihak Kepolisian dengan melakukan penggerebegan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. 

“Kita tunggu waktu saja. Teknisnya seperti  apa saja barang bukti yang disita, kami belum bisa ungkap dulu ke publik. Dan yang pasti kita terbuka terbuka dan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur,” lanjut Farial. 

Selain itu Farial juga meminta kepada media jika belum adapernyatan resmi dari yang berwenang (Kepolisian) diharapkan tidak memberitakan terlebih dahulu. 

“Pasti nanti kita beri hasil uji laboratoriumnya,” pungkas Farial. (BJ24)