Home Headline Main Kartu, 8 Pelajar Digaruk Satpol PP

Main Kartu, 8 Pelajar Digaruk Satpol PP

image
Para pelajar dihukum karena kedapatan main Kartu

Semarang, 4/4 (Beritajateng.net) – Sebanyak 8 pelajar berseragam sekolah terpaksa diamankan petugas Satpol PP Kota Semarang. Mereka terjaring razia dilokasi hutan wisata Tinjomoyo pada saat jam sekolah.

Pelajar yang terjaring razia diantaranya 6 siswa laki-laki yang masih bersekolah SMP dan 2 perempuan dari siswi SMK dari Kota Semarang. Dari pemeriksaan razia tersebut telah ditemukan kartu judi remi dan rokok yang dibawa pelajar.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap handphone yang dibawa pelajar. Delapan pelajar yang terjaring razia juga mendapat sanksi hukuman kedisiplinan di Markas Komando Satpol.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan kegiatan yustisi pelajar dilakukan untuk penegakan perda nomor 1 tahun 2007 tentang pendidikan sekolah di Kota Semarang. Selain itu, razia dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut adanya aduan dari masyarakat.

“Dari keterangan aduan warga, lokasi itu banyak berkeliaran anak sekolah pada saat masih jam pembelajaran,” ungkapnya.

Lanjutnya mengatakan, yustisi pelajar dilakukan secara rutin baik dilingkungan Mall, warnet dan lokasi-lokasi yang sering dipakai tongkrongan para pelajar pada jam sekolah. Sedangkan kegiatan kali ini merupakan tahap pertama April tahun 2015.

“Ada 8 pelajar yang terjaring razia kali ini. Diantaranya 6 siswa laki-laki masih berseragam SMP dan 2 siswi dari SMK. Petugas juga mengamankan kartu judi dan rokok yang dibawa oleh siswa tersebut,” terangnya.

Pihaknya menambahkan, pelajar yang terjaring razia juga menjalani sanksi hukuman kedisiplinan di Mako Brimob. Hal ini dilakukan agar para pelajar lebih disiplin dan tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Kita beri sanksi kedisiplinan ini untuk shock terapi supaya ada rasa jera. Selain itu, kita juga memanggil orangtuanya masing-masing dan menyampaikan laporan kepada pihak kepala sekolah siswa,” katanya.

Siswa, Rahmad Agung Darmawan mengakui telah terjaring razia baru kali ini. Menurut alasannya, ikut terjaring razia lantaran hanya mengantarkan temannya bolos sekolah di lokasi Kaligarang.

“Saya hanya ngantar teman saja. Lalu ikutan bolos. Baru ketangkap 1 kali “, kata siswa kelas 3 SMP. (Bj05)