Home News Update Main Angklung Tak Hanya Gunakan Not Tapi Bisa Lewat Jari-Jari

Main Angklung Tak Hanya Gunakan Not Tapi Bisa Lewat Jari-Jari

Siswa dari KB TK Hj. Isriati 1 Semarang.

Semarang, 23/4 (BeritaJateng.net) – Sebagai wujud rasa cinta tanah air dan cinta pada para pahlawan, sedikitnya ada 24 siswa memainkan musik Indonesia, khususnya dari daerah Jawa Barat, yakni angklung. Mereka adalah siswa dari KB TK Hj. Isriati 1 Semarang.

Wakil Kepala Sekolah, Taufik Nurhidayati., S.Pd., Aud mengatakan angklung biasa dimainkan menggunakan not. Kali ini, pihaknya mencoba menerapakan pada siswanya untuk memainkan angklung dengan teknik berbeda.

“Biasanya kita mengenalkan not pada anak-anak untuk memainkan angklung, kali ini kita menggunakan rasa (jari-jari). Nada do, re dan mi kita mainkan menggunakan perantara jari. Jadi, anak-anak bisa lebih berkonsentrasi terhadap musik angklung yang dimainkannya,” terang Ida saat diwawancarai di Aula Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, Sabtu (23/4) siang.

Dikatakannya, anak-anak sangat antusias memainkan musik angklung, terbukti mereka cepat menyerap materi yang diajarkan.

Pihaknya berharap anak-anak lebih mencintai budaya. “Karena penampilan musik angklung berkaitan dengan perayaan Hari Kartini, semoga anak-anak bisa lebih menghormati ibunya serta meneruskan perjuangan ibu Kartini,” papar Ida.

Menurutnya, perayaan Hari Kartini merupakan momen untuk saling bersatu dan menyayangi antar saudara dari Sabang hingga Merauke. “Walau berbeda tetapi kita tetap satu, hal ini ditampilkan dengan pakaian adat siswa dari berbagai daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, dari Kepala KB TK Hj. Isriati 1 Semarang, Hj. Fadhillah, S.Pd menambahkan jika peringatan Hari Kartini sudah dilaksanakan pada tanggal 21 April 2016 dengan menggelar Upacara dan lomba mewarnai. “Hari ini siswa berpartisipasi mengenakan pakaian adat dari Sabang sampai Merauke dengan menampilkan puisi, musik angklung dan fashion show,” jelas Fadhillah.

Dijelaskannya, perayaan Hari Kartini sangat bagus dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi siswa. Hal tersebut sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad yang menganjurkan anak untuk menghormati ibu. “Nah, dengan demikian anak-anak bisa lebih menghormati ibunya, juga ibu gurunya,” pungkasnya. (BJT01)