Home Hukum dan Kriminal Mahasiswa USM Bekerja Sama dengan BNN Adakan Penyuluhan Narkoba

Mahasiswa USM Bekerja Sama dengan BNN Adakan Penyuluhan Narkoba

Penyuluhan narkoba

Semarang, 8/8 (BeritaJateng.net) – Mahasiswa Universitas Semarang (USM) bekerja sama dengan BNN Provinsi Jawa Tengah adakan penyuluhan narkoba dengan mengangkat tema “Generasi Emas, Generasi Sehat Tanpa Narkoba” di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat (7/8) malam.

Acara ini turut mengundang BNN Provinsi Jawa Tengah, Anggota Polsek Semarang Barat, dan tokoh masyarakat serta warga sekitar Kecamatan Semarang Barat.

Sutriyaningsih selaku Penyuluh Narkoba dari BNNP Jawa Tengah mengatakan bahwa di Indonesia untuk saat ini sudah dalam kondisi darurat narkoba.

Oleh sebab itu BNN secara bersama-sama mengajak mahasiswa untuk menanggulangi agar tingkat penyalahgunaan narkotika khususnya di Jawa Tengah tidak terus meningkat.

“Untuk saat ini dari bapak Ir. Joko Widodo mencetuskan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba di tahun 2015 ini. Untuk di Jawa Tengah sendiri nilainya semakin tahun meningkat, kalau boleh dibilang setiap harinya hampir 50 orang sia-sia meninggal dunia karena Narkoba. Itu sebabnya dari BNN dan temen-temen mahasiswa USM bekerja sama bagaimana caranya tingkat penyalahgunaan narkotika yang ada saat ini khususnya di Jawa Tengah tidak terus meningkat,” ujar Sutriyaningsih kepada sejumlah wartawan.

Sutriyaningsih menambahkan untuk modus peredaran narkoba sendiri sudah bermacam-bermacam dan berbeda jika dibandingkan apa yang dilakukan dulu.

“Modus operandi masuknya narkoba ke Indonesia sudah bermacam-macam, misalnya diselipkan lewat makanan, mainan bayi, dan lain sebagainya. Jadi bukan lagi kalau dulu lewat udara atau pelabuhan,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai prosentase mahasiswa atau pelajar yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, Sutriyaningsih menuturkan ada sekitar 27 persen dan tidak menutup kemungkinan akan semakin meningkat jika tidak ditanggulangi secara serius.

“Untuk pelajar sendiri sekitar 27 persen terkena penyalahgunaan narkotika, dan sebagian besar angka itu dari kalangan remaja. Memang untuk saat ini kalangan pekerja yang paling besar, namun tidak menutup kemungkinan angka itu bisa meningkat karena yang menjadi sasaran empuk dari mereka adalah pelajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Tresno Nur Irfan selaku salah satu panitia ketika diwawancarai mengatakan maksud dan tujuan diadakannya penyuluhan ini adalah untuk membangun generasi muda yang jauh dari penggunaan narkoba dengan persahabatan dan kedekatan.

“Sebenarnya ini adalah salah satu project kita, kebetulan KKN kita bertempat di Semarang Barat. Kita juga bekerja sama dengan temen-temen di 16 kelurahan yang ada di Semarang Barat untuk mengadakan sebuah acara yang unik. Kita mencoba merangkai sebuah penyuluhan itu dengan konsep yang menarik dan mengasyikan,” kata mahasiswa jurusan ilmu komunikasi ini.

Menurutnya, meskipun acara singkat dan sederhana, ia berharap dapat memberikan sebuah manfaat yang besar. (Mg-2)