Home Lintas Jateng Mahasiswa Protes Pungutan Sekolah SD-SMP yang Mencekik

Mahasiswa Protes Pungutan Sekolah SD-SMP yang Mencekik

Demo tuntut pendidikan gratis
Demo tuntut pendidikan gratis
Demo tuntut pendidikan gratis

Purwokerto, 4/7 (BeritaJateng.net) – Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Bhineka Ceria menggelar aksi memprotes maraknya pungutan di sekolah-sekolah selama penerimaan siswa baru. Mereka mendesak Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas untuk menindak tegas sekolah yang melakukan pungutan terhadap siswa.

Koordinator aksi, Musonif Fadli mengatakan, meskipun pemerintah sudah menjanjikan pendidikan gratis hingga pendidikan dasar (SD-SMP), namun faktanya masih banyak pungutan yang dibebankan kepada orang tua siswa. Bahkan, besaran pungutan tidak tanggung-tanggung, berkisar mulai Rp 4 – 5 juta.

“Untuk masuk SMP, SMA/SMK bahkan SD swasta, orang tua masih harus membayar sumbangan. Ini namanya pungutan liar, karena pemerintah sudah mencanangkan pendidikan gratis hingga SMP,” katanya, Sabtu (4/7).

Menurut Fadli, besaran uang sumbangan tersebut sangat memberatkan orang tua murid. Belum lagi SPP yang harus dibayar setiap bulan, sekitar Rp 200 ribu. Praktik-praktik pungutan liar seperti ini, lanjut Fadli, seharusnya sudah tidak ada lagi dalam dunia pendidikan.

Dalam Permendikbud No 44/2012 larangan melakukan pungutan memang masih sebatas pada pendidikan dasar.  Namun bukan berarti pihak SMA/SMK bisa melakukan pungutan sesuka hati. (BJ33)