Home Lintas Jateng Mahasiswa Kudus Kembali Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa Kudus Kembali Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 24/11 (Beritajateng.net) – Aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyusul aksi serupa yang dilakukan oleh elemen mahasiswa yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Senin.

Aksi tolak kenaikan harga BBM tersebut, digelar di Alun-alun Kudus sekitar pukul 13.30 WIB.

Selain berorasi, para pengunjuk rasa yang didominasi kaum perempuan tersebut juga mengusung spanduk dan poster bertuliskan “tuntut penurunan harga BBM, bahan bakar mahal, pemerintah boneka asing sengsarakan rakyat kecil, beban baru masyarakat dan penuhi janjimu sejahterakan rakyat”.

Menurut koordinator aksi Sugianto di Kudus, Senin, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai tidak tepat karena bertepatan dengan turunnya harga minyak dunia.

“BBM bersubsidi merupakan hajat hidup orang banyak dan merupakan stimulus penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dengan dinaikkannya harga BBM, dia mengkhawatirkan, akan meningkatkan beban hidup rakyat kecil secara signifikan karena kebijakan tersebut diikuti pula dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, kebijakan tersebut juga dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah rakyat miskin meskipun program kompensasi diberikan mengingat besarnya jumlah rakyat yang mendekati miskin yang berpotensi tidak seluruhnya tercakup dalam program kompensasi tersebut.

Seharusnya, kata dia, pemerintah juga mempertimbangkan alternatif lain, seperti membedakan harga BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi dengan kendaraan angkutan umum.

Hal itu, kata dia, memungkinkan dijalankan dan diyakini berdampak rendah terhadap masyarakat.

Para pengunjuk rasa juga mendorong pemerintah serius dan komprehensif mendorong perbaikan pengembangan energi yang semakin sehat agar persoalan BBM subsidi tidak terus menerus membelenggu.

Pemerintah juga dituntut memperbaiki sistem transportasi massal.

Aksi penolakan harga BBM sebelumnya dilakukan oleh Gerakan rakyat dan mahasiswa (Geram) Kudus yang juga berunjuk rasa di SPBU yang ada di Jalan A. Yani Kudus.

Selain itu, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kudus juga melakukan aksi serupa di waktu yang berbeda.

Tuntutan para pengunjuk rasa tersebut meminta pemerintah menurunkan harga jual BBM.

Harga BBM bersubsidi jenis premium saat ini naik menjadi Rp8.500/liter dari Rp6.500/liter dan solar naik menjadi Rp7.500/liter dari Rp5.500/liter. (ant/pj)