Home Lintas Jateng Mahasiswa Klaten Arak “Pocong” dalam Refleksi Kebangkitan Nasional

Mahasiswa Klaten Arak “Pocong” dalam Refleksi Kebangkitan Nasional

Mahasiswa Klaten mengarak “pocong” dalam malam refleksi malam kebangkitan nasional sebagai simbol pemerintahan saat ini dalam keadaan mati suri.
Mahasiswa Klaten mengarak “pocong” dalam malam refleksi malam kebangkitan nasional sebagai simbol pemerintahan saat ini dalam keadaan mati suri.
Mahasiswa Klaten mengarak “pocong” dalam malam refleksi malam kebangkitan nasional sebagai simbol pemerintahan saat ini dalam keadaan mati suri.

Klaten, 20/5 (BeritaJateng.net) – Puluhan Mahasiswa Klaten gabungan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Klaten dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Klaten, Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Klaten dan Akademi Akuntansi Muhammadiyah (AAM) Klaten, melakukan aksi long march dalam rangka malam refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (19/5) malam.

Mereka berjalan dari kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Jl. Wijaya Kusuma No. 8 Klaten melewati Jl. Pemuda – Tugu Adipura – Depan Pendopo Klaten dan berhenti di monumen patung ATBN (alat tenun bukan mesin) tepatnya di pertigaan depan RS. Soeraji Tirto Negoro Klaten.

Dalam aksinya peserta mengarak 1 (satu) ‘pocong’, sambil melakukan orasi, sampai di Tugu Adipura hingga depan monumen patung ATBN melakukan aksi jalan kaki mundur, sebagai simbul mundurnya tata pemerintahan, kesejahteraan dan berbagai kemunduran  bangsa Indonesia dimasa pemerintahan saat ini.

Sesampainya di monumen patung ATBN, para peserta aksi menyalakan lilin, membacakan puisi dan membaacakan do’a demi kemajuan bangsa Indonesia kedepan.

Dalam orasinya Korlap aksi Arnan Yunanto mengatakan moment Kebangitan Nasional hendaknya dijadikan moment untuk bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan dan rasa kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan dan cita-cita  bangsa Indonesia.

“Yang terjadi saat ini banyak kebijakan-kebijakan yang semakin carut-marut, tidak jelas dan banyak para penipu memimpin bangsa, para politisi hanya memikirkan diri dan golongan, banyak program pemerintah yang tidak lagi pro dengan raksyat miskin, sehingga yang dirasakan rakyat saat ini menderita dan semakin menderita, “ katanya.

Dalam kesempatan itu elemen mahasiswa menuntut kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem pemerintahan Kabinet Kerja yang pro rakyat, mengembalikan passal 33 sebelum di amandemen; meningkatkan mutu pelayanan masyarakat demi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015; menolak Sistem pemerintahan Neo Liberalisme.  (BJ09)