Home Lintas Jateng Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pelatihan Wujudkan Kampung Tematik

Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Pelatihan Wujudkan Kampung Tematik

Semarang, 28/2 (BeritaJateng.net) – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan khusus bagi ibu-ibu RW 4 Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang, mewujudkan kampung tematik di Kota Semarang.

Pelatihan ini ditunjukkan khusus bagi Ibu-Ibu yang ingin memiliki pekerjaan sambilan guna meningkatkan perekonomian keluarga. Pelatihan Hasta Karya yang diadakan oleh Mahasiswa KKN UPGRIS Kelurahan Tambakaji, diharapkan akan membantu program pemerintah setempat untuk menciptakan kampung tematik.

Kampung tematik merupakan salah satu inovasi pemerintah Semarang untuk pemenuhan kebutuhan dasar khususnya bagi masyarakat. Dengan diadakan pelatihan ini semakin nampak bahwa masyarakat ingin kampung tematik menjadi salah satu kampung percontohan yang mensukseskan program pemerintah.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS bekerja sama dengan bu Tin Tarsidi selaku ketua RW setempat dan bu Anwar melatih Ibu-ibu rumah Tangga untuk memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berkualitas, dengan adanya pemanfaatan barang bekas akan menekan biaya produksi, hal ini akan memeberikan pandangan posistif bagi warga bahwa sampah dapat menjadi berkah.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga karena dapat menambah kreatifitas. Warga sangat antusias dalam mengikuti pelatihan hasta Karya, dan terbukti telah diadakannya dua kali pelatihan hasta karya. Saya sangat berterima kasih kepada Mahasiswa KKN UPGRIS yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengadakan pelatihan hasta karya sebanyak dua kali,” tuturnya.

Menurut Agustin selaku Ketua Panitia, bahwa dirinya bersama teman-teman KKN UPGRIS sangat bangga dengan pelatihan kedua tersebut, sebab warga antusias untuk diadakan kembali pelatihan tersebut.

“Warga sangat antusias sehingga menginginkan pelatihan lagi, dan saya sangat bangga dengan kerja keras selama ini dengan teman-teman mahasiswa KKN UPGRIS,” ungkap Agustin selaku Ketua Panitia.

Lanjutnya, pelatihan hasta karya menghasilkan produk berupa souvenir yaitu bunga dari plastik bekas, dan bros dari kain perca. Pelatihan yang diikuti Ibu-Ibu kelurahan Tambakaji kurang lebih 25 orang perwakilan dari setiap RTnya.

Langkah pertama pembuatan souvenir adalah mengumpulkan bahan dan alat yang dibutuhkan. Bahan tersebut diantaranya plastik bekas, kain perca, kawat bekas, putik bunga, pita, gunting, dan lem tembak.

Langkah kedua cara pembuatan souvenir yang akan dipraktekan oleh Mahasiswa KKN UPGRIS untuk membuat bunga plastik yang pertama dibuat adalah kelopak bunga yang dibentuk dengan kawat, banyaknya kelopak disesuaikan dengan besarnya bunga yang ingin dibuat kurang lebih 8 kelopak kemudian disusun menggunakan lem tembak ditambah putik di tengah kelopak bunga dan disatukan dengan kawat sebagai tangkai bunga untuk mempercantik bunga digunakan kertas krep dan plastik sebagai pembungkus.

Ia juga menerangkan, bahwa untuk pembuatan bros digunakan kain perca sebagai bahan utamanya. Kain perca dibentuk bunga dan ditambah temiti dibagian belakang bunga. Dengan inovasi dan kreativitas akan mengahasilkan produk yang berkualitas. (AK/El)

Advertisements