Home Headline Mafia TKI Ilegal Dibekuk Satreskrim Polres Kendal

Mafia TKI Ilegal Dibekuk Satreskrim Polres Kendal

image
Dua tersangka mafia TKI ilegal yang ditangkap Satreskrim Polres Kendal. (BJ/DK)

Kendal, 25/11 (Beritajateng.net) – Polres Kendal menangkap dua orang yang diduga menjadi anggota mafia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia pada Senin (24/11) sore. Salah satunya merupakan wanita berusia 39 tahun yang mengaku sebagai petugas administrasi.

Hingga kini kasus tersebut masih dalam pengembangan untuk membongkar jaringan mafia TKI ilegal yang lebih besar.Kedua tersangka diketahui bernama Sudaryanto (48) dan Nur Hidayah (39). Mereka merupakan warga Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.

Anggota mafia TKI ilegal ini ditangkap saat sedang dalam perjalanan mengantarkan dua korbannya ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Dari penggrebekan polisi juga mengamankan dokumen-dokumen penting sebagai barang bukti.

“Tersangka ditangkap lantaran memberangkatkan TKI secara ilegal tanpa melalui pembekalan kemampuan yang memadai dan penampungan. Selain itu, dari dua TKI yang akan diberangkatkan salah satunya masih dibawah umur.Tersangka juga membuatkan paspor kunjungan, bukan paspor bekerja untuk para korban,” ujar Kanit Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, Selasa (25/11).

Selain paspor, polisi juga mengamankan catatan kesehatan TKI yang akan diberangkatkan, tiket pesawat, serta buku yang berisi daftar TKI yang diberangkatkan secara ilegal. “Semua bukti sudah kami amankan. Tersangka akan kami periksa terkait adanya dugaan jaringan agen TKI ilegal yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Nur Hidayah mengaku tergiur dengan uang yang akan didapatkannya setelah berhasil memberangkatkan tenaga kerja ilegal ke luar negeri. “Saya bertugas sebagai administrasi pemberangkatan TKI. Setiap berhasil memberangkatkan satu TKI, kami mendapat Rp 10 juta. Uang itu nantinya dibagi tiga dengan Sudaryanto dan orang yang mencarikan TKI tersebut,” tuturnya.

Sudaryanto sendiri mengaku tidak hanya satu kali ini memberangkatkan TKI secara ilegal. Ia sudah berpengalaman melakukan hal tersebut. “Saya menawari kemudahan untuk menjadi TKI tanpa harus menunggu lama. Semua yang diberangkatkan tertarik dengan tawaran saya. Karena tidak pernah terjadi masalah terhadap TKI yang saya berangkatkan, maka saya terus melakukannya.Meskipun saya tahu itu ilegal,” ujarnya mengakui perbuatan yang telah menyalahi aturan.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 4 UU RI Nomor 21 tahun 2007 dan pasal 102 huruf a junto pasal 4 UU RI Nomor 39 tahun 2004tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia ke luar negeri.(DK/pj)

Advertisements