Home Nasional MA: Asal Ratusan Ribu Dollar AS Yang Disita KPK Dari Rumah Sekjen...

MA: Asal Ratusan Ribu Dollar AS Yang Disita KPK Dari Rumah Sekjen MA Masih Misteri

Juru bicara MA hakim agung Suhadi.

Jakarta, 22/4/16,(BeritaJateng.net) – KPK menemukan  dan menyita ratusan ribu dollar AS saat menggeledah rumah dan ruang kerja Sekjen Mahkamah Agung (MA) Nurhadi terkait kasus suap panitera PN Jakpus. Namun hingga kini pihak MA belum mendapat informasi terkait asal muasal uang pecahan dolar dalam jumlah banyak itu.

“Iya, tapi uang apa dan darimana kan? kita juga belum mendapat informasi detil, masih menunggu hasil investigasi KPK” kata juru bicara MA hakim agung Suhadi di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (22/4/2016).

Suhadi masih belum bisa menebak uang apa yang ada di rumah Nurhadi tersebut karena Berdasarkan UU, Nurhadi hanya berperan mengatur rumah tangga MA sesuai APBN. Adapun untuk perkara diatur oleh Panitera MA.

“Apakah ada korelasi perkara, atau melanggar hukum, atau itu uang milik pribadi yang bersangkutan. Kan itu, belum jelas,” ujar Suhadi.

Suhadi mengatakan ada dua perkara atas nama PT Paramount Enterprise diduga terlibat dengan kasus suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Edy Nasution untuk mengurus perkara di tingkat PK, namun sudah dalam tahap kasasi.

“Kalau Paramount ada (sidangnya). Bahkan ada dua perkara yang sudah diputus tahun 2010 dan 2011 dan itu sudah selesai. Perkaranya itu perbuatan melawan hukum. Biasa masalah tanah, rumah, dan biasalah perbuatan lain. Perdata lingkupnya wanprestasi dan perbuatan melwan hukum. Dua kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, dia sudah putusan kasasi,” ujar Suhadi.

Suhadi mengingatkan terlalu dini mengaitkan kasus-kasus yang melibatkan PT Paramount terkait kasus yang menimpa Edy Nasution.

“Sampai sekarang kita belum tahu kasusnya kasus apa. Bagaimana kita menelusurinya? Kita harus cari tahu infonya itu masuk perkara pidana, perdata atau TUN (Tata Usaha Negara),  ” ujarnya.

Penyidik KPK kamis kemarin menggeledah rumah mewah milik Sekjen MA Nurhadi di Jalan Hang Lengkir V, No 2-6 RT 07 RW 06, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setelah proses penggeledahan selesai, KPK langsung mengirimkan surat cegah untuk Nurhadi. Sekjen MA itu dicegah untuk 6 bulan ke depan. Atas hal itu, MA masih menunggu status Nurhadi sebelum mengambil sikap, apakah tetap dipertahankan sebagai sekjen atau mendapatkan posisi baru.

“Belum, belum dicopot,” tukas Suhadi.

Ditangkapnya Edy dan dicegahnya Nurhadi menambah daftar panjang keterlibatan birokrat pengadilan dalam mengatur sejumlah putusan lembaga peradilan. Sebelumnya, KPK juga telah menangkap tangan panitera PTUN Medan dan Kasubdit MA, Andri Tristanto Sutrisno.(Bj50)