Home Nasional Luhut Bantah Terlibat Perusahaan Yang Seret Namanya Dalam Dokumen Panama Papers

Luhut Bantah Terlibat Perusahaan Yang Seret Namanya Dalam Dokumen Panama Papers

594
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, 25/4/16 (BeritaJateng.net) – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan geram namanya disangkutkan dengan perusahaan yang masuk dalam daftar Panama Papers.

Luhut membantah bahwa dia pernah memiliki maupun pernah menjadi bagian dalam perusahaan bernama Myfair Internasional Ltd, yang di dalamnya juga adalah dua perusahaan yaitu PT Persada Inti Energi dan PT Buana Inti Energi yang tercantum dalam daftar panama papers.

“Mengenai keterkaitan antara perusahaan cangkang tersebut dengan Persada Inti Energi dalam proyek infrastruktur Tanah Air, saya tegaskan di sini bahwa PT Persada Inti Energi bukan perusahaan milik saya. Jadi, saya tidak mengetahui proyek apa saja yang mereka kerjakan,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Luhut pun menguatkan bantahannya, bahwa alamat yang tertera di dalam dokumen tersebut tidak benar.

“Saya enggak tahu alamat itu. Itu alamat rumah saya saja dibikin salah di situ. Alamat rumah saya dibilang di Mega Kuningan 11. saya bukan di Mega Kuningan 11,” kata Luhut.

Luhut kembali membantah terkait nama Elizabeth yang merupakan pemegang saham PT Persada Inti Energi, sesuai dokumen the Panama Papers.

Luhut mengatakan dirinya sudah tidak memiliki hubungan kerja apapun dengan Elizabeth sejak tahun 2008. Saat itu Elizabeth diakuinya pernah bekerja sebagai direktur keuangan di perusahaannya.

“Memang Elizabeth pernah bekerja sebagai Direktur Keuangan. Di perusahaan saya. Namun, pada tahun 2008 dia diminta untuk mengundurkan diri karena dia tidak menjalankan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola keterbukaan perusahaan yang saya pegang teguh. Setelah tahun 2008, kami tidak ada hubungan sama sekali,” ucap Luhut.

Dalam dokumen Panama papers termuat ada sekitar 2.960 nama dari Indonesia yang tercantum sebagai klien 43 perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan Mossack Fonseca, perusahaan cangkang kerap digunakan pemiliknya untuk menggelapkan pajak, mencuci uang, dan menyembunyikan harta hasil tindak ilegal.

Nama Luhut Pandjaitan termasuk salah satu nama yang tercatat sebagai Direktur Mayfair International Ltd yang terdaftar di Seychelles negara kepulauan di lepas pantai timur Afrika, Samudra Hindia pada 2006.(Bj50)

Advertisements