Home News Update LSM Belanda Tawarkan Bantuan Pada UKM Semarang

LSM Belanda Tawarkan Bantuan Pada UKM Semarang

image

Semarang, 13/4 (BeritaJateng.net) – Mendekati pasar global Masayarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun mendatang, Usaha Kecil Menengah (UKM) wajib berbenah diri. Bagi yang susah payah mengembangkan usaha, para pelaku bisa mengundang paraexpert dari Belanda untuk membenahi bisnis mereka.

Adalah PUM Netherlands Senior Experts, sebuah LSM yang dibentuk untuk membantu para pengusaha UKM mengembangkan bisnis. Sebuah organisasi yang dihuni sekitar 3.000 voluntir, pensiunan CEO atau pengusaha yang pernah berjaya di masanya.

“Kami merupakan mantan pelaku. Bukan akademisi. Jadi kami tahu benar bagaimana membangun perusahaan agar ‘sehat’,” ungkap George Coster, Country Coordinator Indonesia Java and Kalimantan dalam jumpa pers di Toko Oen Jalan Pemuda, Senin.

Dia menjelaskan mengenai alasan mengapa mau bersusah payah membantu UKM di Indonesia. Menurut George, UKM merupakan dasar dari perkenomomian sebuah negara. Meski menjalankan bisnis kecil, tapi mampu menjadi roda keuangan jika ribuan UKM bisa berkembang. Karena alasan itulah PUM hadir untuk investasi energi di ranah ini.

“Yang jelas, kami tidak membantu dalam wujud uang. Hanya sebagai konsultan. Apa yang harus dilakukan, bagaimana mengatasi masalah-masalah yang sedang melanda perusahaan, atau merekomendasikan apa yang akan dilakukan agar industri terus berkembang. Kami akan mengawal maksimal selama tiga minggu,” imbuhnya.

Bagi UKM yang ingin dibantu, lanjut George, tidak perlu membayar sepeser pun. Mereka hanya dibebani akomodasi expert dari transport, makan, tempat tinggal, dan kebutuhan lain. “Pokoknya semua kebutuhan setelah mendarat di airport. Kebutuhan sebelumnya, PUM yang menanggung. Dari visa, tiket pulang pergi pesawat, dan lain sebagainya. Jasa expert pun tidak perlu dibayar alias gratis,” tegasnya.

Sementara itu, PUM hanya mau membantu UKM swasta yang punya izin usaha. Maksimal beroparasi tiga tahun, memiliki 10-100 karyawan, dan balance-nya tidak lebih dari 10 juta Euro. “Pengusaha bisa mengajukan applylewat website resmi PUM. Setelah dipelajari, kami akan mengirimkanexpert yang memang jago di bidang yang diminta. Ada kuliner, pariwisata, garment, dan lain segainya,” paparnya.

George menjelaskan, PUM sudah menjalani ‘kerja bakti’ ini selama 35 tahun di 70 negara. Ada 2 ribu expertyang dikirim setiap tahun. Di Jateng sendiri, sudah menangani 65 UKM di tahun 2014. “Sampai April tahun ini, sudah ada 75 UKM yang meminta bantuan kami. Semoga jasa PUM mampu mendongkrak UKM untuk menghadapi MEA agar tidak digilas negara tetangga,” pungkasnya. (Bj05)