Home Headline LSI : Regenerasi Ketua Parpol Masih Minim

LSI : Regenerasi Ketua Parpol Masih Minim

survai LSISemarang, 24/2 (BeritaJateng.net) – Seandainya publik bisa menentukan pilihan, siapa tokoh yang paling tepat untuk memimpin sebuah partai politik, hampir semua Ketua Umum partai lebih diunggulkan untuk kembali memimpin partainya masing-masing.

Nama Hatta Rajasa masih unggul di PAN, SBY hampir tak punya pesaing di Partai Demokrat, demikian halnya dengan Prabowo Subianto di Gerindra dan Aburizal Bakrie di Golkar. Kecuali untuk PDI Perjuangan, Jokowi nampaknya lebih diunggulkan di banding Megawati untuk memimpin PDIP lima tahun kedepan.

Hal ini sesuai hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang evaluasi dan Kinerja Parpol serta regenerasi politik. Survei dilakukan 10-18 Januari 2015, dengan metode wawancara secara tatap muka. Sampel 1.220 responden dengan usia 17 tahun ke atas dan Margin Error kurang lebih 2,9 persen.

Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Hendro Prasetyo mengatakan ada 5,2 persen responden sangat setuju dan 56,5 persen menyatakan setuju dengan pemimpin muda karena akan lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan bangsa. Sementara 24,9 persen responden menyatakan kurang setuju, 0,9 persen sangat tidak setuju dengan pemimpin muda.

Saat ini PDIP memang dalam kondisi khusus, karena memiliki dua figure yang sangat penting dan popular. Profil Jokowi dinilai public lebih positif, ketimbang Megawati. Jika public bisa menyuarakan, dukungan terbesar untuk kembali memimpin partainya dipegang oleh Prabowo 67%, Hatta Rajasa 61%, dan SBY 52%. Sementara Abu Rizal Bakrie 45% dan Megawati 37%.

“Bisa jadi peran serta media mendukung perkembangan suatu partai dan pimpinannya, karena sebagian besar masyarakat tidak memiliki informasi dari parpol namun cenderung mengandalkan informasi dari media,” ungkap Hendro pada diskusi publik regenerasi politik dan peran veto player di parpol yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Semarang dan LSI di Hotel Pandanaran Semarang.

Mayoritas public setuju pemimpin dipartai politik secara teratur sebaiknya terus berganti, dukungan terhadap periodisasi dalam kepemimpinan partai juga direspon baik, sehingga kaderisasi parpol mampu menghasilkan pemimpin muda sesuai harapan masyarakat.(Bj05)