Home Lintas Jateng LPMK Panggung Lor Semarang Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Para Remaja 

LPMK Panggung Lor Semarang Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Para Remaja 

Para remaja sangat antusias dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan LPMK tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS.

Semarang, 24/10 – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Panggung Lor secara intens menggelar kegiatan kemasyarakatan dan penyuluhan kepada warga sekitar. Salah satunya yang dilakukan LPMK untuk menekan jumlah remaja yang terdampak Narkoba dan penyakit menular HIV/AIDS adalah melakukan penyuluhan bahaya Narkoba dan HIV/AIDS terhadap 80 remaja di kelurahan Panggung Lor.

“LPMK selalu menggelar kegiatan kemasyarakatan yang positif secara rutin dan terpadu setiap minggunya. Pekan lalu, kami gelar penyuluhan terkait Badan Hukum dan Oraganisasi Kemasyarakatan, minggu ini Giat pendidikan sosialisasi dan penyuluhan bahaya Narkoba dan HIV/AIDS. Minggu depan akan di lakukan kegiatan pelatihan Satpam untuk keamanan lingkungan. Memang tahun ini kami aktifkan enam kegiatan kemasyarakatan program LPMK,” terang Lurah Panggung Lor, Tris Nunung Iriyanto.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) didirikan sebagai wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi kebutuhan demokrasi masyarakat di bidang pembangunan.

“Pemerintah pusat terus mendorong dan menghidupkan kembali kegiatan kemasyarakatan melalui LPMK, bahkan LPMK dibiayai penuh oleh pemerintah untuk kegiatan-kegiatan positif, seperti penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS kali ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Giat Pendidikan dan Remaja LPMK, Henny Wahyuni menjelaskan pentingnya sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/AIDS kepada remaja.

Sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/AIDS
Sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

“Kami bertujuan menyelamatkan remaja dengan sosialisasi dan pemberian informasi terkait bahaya Narkoba dan HIV/AIDS dengan penyampaian lebih mengena, pendampingan dan membuka sesi konsultasi. Masa-masa remaja adalah masa yang rawan karena mereka akan lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan,” jelas Henny yang juga merupakan guru BK di SMA Negeri 14 Semarang ini.

Menurut Henny, di kelurahan Panggung Lor pernah didapati seorang warga pendatang yang menggunakan narkoba. Namun sesuai dengan kesepakatan warga akhirnya pecandu narkoba tersebut diusir dari lingkungan kelurahan Panggung Lor. “Itu dulu, sekarang remaja di Panggung Lor bersih-bersih dan tidak ada yang mengkonsumsi narkoba,” imbuhnya.

Henny yang juga sebagai pemateri penyuluhan memberi kiat-kiat agar masayarakat khususnya remaja tidak terjerumus narkoba. “Kiat pertama dan utama adalah agama. Penanaman agama pada remaja akan menjadi landasan yang kokoh seoeang anak untuk tidak bergaul sembarangan, yang kedua adalah peehatian orang tua, serta peran aparat setempat atau dalam hal ini adalah lingkungan, mulai dari RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan,” terang Henny.

Salah satu remaja yang hadir dalam penyuluhan, Firmansyah Rinaldi (17) warga Tanggul Mas Timur Rt 02/09 ini mengatakan bahwa ia telah mendapat banyak informasi tentang bahaya obat-obatan terlarang dan perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas dan seks bebas yang berdampak pada tertularnya penyakit HIV/AIDS.

“Yang saya dapat banyak sekali, saya bisa tahu cara menjauhi pergaulan bebas, mengetahui obat-obat terlarang yang berbahaya dan resiko,  bahaya serta penyebaran narkoba. Yang pasti jangan sampai mencoba, karena sekali merasakan bisa jadi candu,” kata Firman yang juga siswa di SMAN 14 Semarang ini. (Bj05)