Home Ekbis LPG 3 Kg Langka, Pertamina Diminta Bertanggungjawab

LPG 3 Kg Langka, Pertamina Diminta Bertanggungjawab

image

Semarang, 30/4 (Beritajateng.net)-Kelangkaan LPG kemasan 3 kilo di Wonogiri dan Sukoharjo menjadi tanggungjawab Pertamina selaku operator pengadaan serta distribusi minyak dan gas. Operasi pasar yang dilakukan untuk mengatasi hal itu dinilai tidak menyelesaikan masalah dan hanya mengobati untuk sesaat.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Chamim Irfani mengharapkan agar Pertamina memperbaiki sistem distribusi yang selama ini diterapkan.”Selama ini pangkalan LPG 3 kilo masih berada di tingkat kecamatan, saya harapkan segera diperbanyak sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” ungkap Chamim saat ditemui di ruang kerjanya Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (30/4).

Menurut Chamim, saat ini masyarakat di desa masih kesulitan mendapatkan LPG melon karena harus datang ke pangkalan yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Sementara di tingkat pengecer barangnya langka dan seandainya ada harganya cukup mahal. Bahkan di Wonogiri dan Sukoharjo mencapai Rp. 25.000 tiap tabung.

“Masyarakat berhak mendapat LPG dengan harga sesuai HET yang ditetapkan Gubernur Ganjar Pranowo sebesar Rp. 15.500 di pangkalan,” jelasnya.

Menanggapi beberapa pangkalan yang menjual LPG dengan harga lebih tinggi dari ketentuan HET, Chamim minta Pertamina untuk memberi sanksi tegas dengan mencabut izin pangkalan.Disamping itu, Chamim minta agar Pertamina jujur menyampaikan kepada masyarakat seberapa besar kebutuhan masyarakat di Jateng dan berapa stok yang dimiliki Pertamina.

“Kelangkaan ini harus cepat diatasi dan jangan sampai terjadi di daerah lain,” katanya.

Chamim menambahkan, LPG sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat karena bahan bakar lainnya sudah tidak tersedia. Masyarakat tidak memiliki pilihan lain karena minyak tanah sudah tidak ada.”Kalau LPG nya langka seperti ini masa harus kembali menggunakan kayu bakar,” keluhnya.(BJ013)