Home Ekbis LMDH KPH Mantingan Pertanyakan Keseriusan PT PN IX dalam Penggarapan Lahan Tebu

LMDH KPH Mantingan Pertanyakan Keseriusan PT PN IX dalam Penggarapan Lahan Tebu

Evaluasi program penanaman tebu di wilayah Hutan Jawa Tengah di Kantor Perhutani KPH Mantingan.

REMBANG, 28/5 (BeritaJateng.net) – Ketua Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan Parlan, pertanyakan keseriusan PT Perkebunan Nusantara (PN) IX dalam penggarapan lahan tebu di wilayah KPH Mantingan.

Hal itu diungkapkan Parlan, saat evaluasi program penanaman tebu di wilayah Hutan Jawa Tengah di Kantor Perhutani KPH Mantingan Kamis (27/05).

“Kami sangat menyayangkan, dengan waktu yang begitu lama, lahan hanya bisa tertanami sekita 37 hektar saja. padahal lahan yang tersedia sekitar 291 hektar,” ungkap Parlan.

Ditambahkan Parlan, kalau memang PT PN tidak bisa melanjutakan penanaman tebu di lahan wilayahnya, dari LMDH Jati Lestari siap untuk membantu merealisasikan budidaya tanaman tebu di lahan kawasan yang belum tertanami.

Pihaknya juga sudah menyampaikan adanya miss informasi bahwa para pesanggem beranggapan lahan yang sedang digarap, akan digunakan untuk program budidaya tebu sesuai dengan P 81.

Sementara, Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso menjelaskan hingga saat ini dari 2018 hingga 2021, lahan yang ada di KPH Mantingan yang tergarap baru sekitar 37,462 hektar, dari 291,53 hektar dari lahan yang disediakan.

“Silahkan kita diskusikan kembali untuk langkah selanjutnya, bersama Kepala Bidang Penataan dan Pemanfaatan hutan Kantor Lingkungan hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Ammy Rita Manalu,”terang Widodo.

Dijelaskan Ammy bahwa dari keluasan lahan tebu di Jawa Tengah yang sudah mendapatkan ijin dari kementrian LHK sekira 1.082,95 hektar. namun realisasi penggunaan lahan baru mencapai sekitar 101,414 hektar. atau hanya 9,36 %.

“Dari 7 KPH di Jawa Tengah yang ditunjuk sebagai penyedia lahan oleh kementrian LHK, yang belum mampu tergarap oleh PT PN IX karena kendala teknis, mencapai 127 ,26 hektar dan sosial mencapai 768,26 hektar .”beber Ammy.

Ia berharap nanti ada kejelasan dari PT PN IX, tentang kendala teknis tersebut, agar nantinya lahan yang belum tergarap bisa dimanfaatkan. (Her/El)