Home Headline Limbah PT GMM Blora Tidak Termasuk Kategori B3

Limbah PT GMM Blora Tidak Termasuk Kategori B3

BLORA, 12/4 (BeritaJateng.net) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah mengecek pengelolaan limbah yang ada di PT Gendhis Multi Manis (GMM) yand berada di Tinapan, Kecamatan Todanan Rabu (7/4) lalu.

Dengan di keluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, telah mengeluarkan jenis Limbah Batu Bara yaitu Fly Ash dan Bottom Ash dari kategori Limbah B3 yang dihasilkan dari selain fasilitas Stoker Boiler dan Tungku Industri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora Drs. Sugiyono, Msi menjelaskan PT GMM berpotensi menimbulkan timbunan Fly Ash dan Botton Ash.

“Di Kabupaten Blora ada potensi timbulan Fly Ash dan Bottom Ash yang dihasilkan oleh PT. GMM, dan DLH Kabupaten Blora. Kita sudah melakukan monitoring ke PT. GMM untuk cek lokasi dan sistem Boiler yang digunakan oleh PT. GMM” ungkap Sugiyono kepada media (Senin, 12/4)

Bahwa hasil monitoring yang dilakukan, lanjut Sugiyono, PT. GMM tidak menggunakan Stocker Boiler maupun Tungku Industri, tetapi menggunakan sistem Fluidized Bed Boiler. Jadi bisa dikatakan kalau Limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan oleh PT. GMM termasuk kategori Limbah Non B3.

Dikatakan Sugiyono, meskipun termasuk kategori Limbah Non B3, namun PT. GMM harus tetap memenuhi standar pengelolaan dan persyaratan teknis yang sudah di tetapkan.

Limbah Non B3 FABA yang dihasilkan oleh PT. GMM bisa dimanfaatkan dengan mempertimbangkan ketersediaan teknologi, standar produk yang sudah ditetapkan dan baku mutu lingkungan hidup.

“Meskipun Limbah FABA PT. GMM masuk kategori Limbah Non B3, Dinas Lingkup Hidup Kabupaten Blora akan selalu memantau pengelolaan dan pemanfaatan FABA tersebut, oleh penghasil dan pihak pemanfaat agar penghasil maupun pemanfaat tetap melakukan perlindungan lingkungan,” jelasnya

Terpisah Plt Direktur Utama PT GMM, Ihsan, menjelaskan meski dikatakan tidak termasuk katagori limbah B3, pihaknya tetap berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Blora untuk pengelolaannya, dan akan mematuhi semua aturan yang berlaku.

“Kita sebagai anak perusahaan BUMN harus bisa menjadi contoh kepada pabrik pabrik lainnya yang taat terhadap aturan aturan,” tutur Ihsan. (Her/El)