Home News Update Lestarikan Warisan Budaya Sejak Dini, Puluhan Siswa TK Belajar Membatik

Lestarikan Warisan Budaya Sejak Dini, Puluhan Siswa TK Belajar Membatik

proses belajar membatik para siswa siswi TK Labschool Unnes,

SEMARANG, 31/01 (BeritaJateng.net) – Salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya adalah dengan mengenalkannya pada anak-anak. Sebab, anak-anaklah yang nantinya sebagai pewaris dan penerus budaya tersebut. Seperti yang dilakukan puluhan anak-anak di TK Labschool Unnes yang diajarkan cara membatik, Senin (30/01/2017) di pelataran sekolah.

Dengan didampingi orang tua beserta guru, para siswa diajarkan membatik jenis jumputan. Dengan media sebuah kain putih polos, para siswa mulai diajari cara-cara membatik. Suasana riuh pun mewarnai proses belajar membatik yang dilakukan para siswa siswi TK ini.

Proses belajar membatik diawali dengan mengajari anak-anak cara menjumput kaos atau memutar kaos bagian-bagian kaos. Hal itulah mengapa batik ini disebut batik jumputan. Setelah itu, bagian lengan diikat dengan karet dan dijadikan beberapa ikatan. Atau kaos bisa juga dibungkus dengan memasukkan kelereng, agar hasil olesan pewarnaannya memiliki variasi lain.

Setelah proses penjumputan selesai, kaos siap diberi warna dengan beberapa jenis pewarna yang sudah disiapkan. Agar memudahkan anak-anak, batik jenis jumputan ini yang pewarnaannya dengan teknik dicelup, namun prosesnya dilakukan menggunakan bantuan kuas.

Menurut Kepala Sekolah TK Labschool Unnes, Ismuwati menyatakan kegiatan belajar membatik ini, memang sengaja dilakukan sebagai bentuk upaya untuk dapat melestarikan warisan budaya nenek moyang kepada anak-anak sejak dini. “Agar anak-anak mengenal dan mengetahui cara proses membatik, kami memang sengaja mengadakan agenda belajar membatik sejak usia dini. Ini memang perlu kita lakukan, sebagai upaya melestarikan warisan kebudayaan kita,” jelas Ismuwati, disela mendampingi para siswa membatik.

Setiap tahunnya, lanjut Ismuwati, TK Labschool selalu memasukkan agenda membatik dengan jenis batik yang berbeda-beda. “Kalau ini kita ajarkan cara membatik jenis jumputan, kalau tahun lalu, kita ajarkan anak-anak belajar cara membatik cap,” imbuhnya.

Dengan adanya kegiatan belajar membatik di sekolahnya, para siswa mengaku sangat senang karena memang baru pertama kali belajar membatik. Seperti salah satu siswi di TK Labschool Unnes, Fidelya (4,5) mengaku senang belajar membatik ini.

“Senang banget, bisa bikin batik sama temen-temen. Banyak warnanya juga, aku suka. Ada bunda juga yang bantu aku bikin batiknya,” Katanya.

Setelah proses pewarnaan selesai, kaos-kaos batik buatan siswa siswi TK tersebut, kemudian di jemur selama satu hari penuh. Supaya, warna yang telah dioleskan di kain kaos dapat meresap tidak luntur dan awet. Dengan memberikan pembelajaran membatik seperti ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mengenal batik sejak dini dan nantinya dapat melestarikan warisan budaya ini. (ED/El)

Advertisements