Home News Update Legislatif : Sekolah Harus Alokasikan 20 Persen Kursi Untuk Siswa Miskin

Legislatif : Sekolah Harus Alokasikan 20 Persen Kursi Untuk Siswa Miskin

725

SEMARANG, 14/6 (BeritaJateng.net) – Penerimaan siwa didik baru di sekolah dasar dan menengah yang saat ini sedang berlangsung melalui sistem online diharapkan tetap memperhatikan ketentuan penerimaan siswa miskin, karena kecenderungannya melalui sistem ini hanya faktor akademik yang diperhatikan.

“Saya minta pihak sekolah serius mengalokasikan 20 persen jatah siswanya untuk siswa miskin,” ungkap Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Moh Zen ADV, Rabu (14/6).

Zen menjelaskan, dalam sistem online yang saat ini diterapkan, transparansi dalam penerimaan siswa baru sudah sangat terlihat. Masyarakat bisa memantau jurnal pendaftaran setiap saat karena bisa diakses dengan bebas di internet.

Namun dalam sistem tersebut belum mengakomodir kepentingan siswa miskin agar bisa diterima dalam kuota 20 persen. Beda dengan prestasi siswa baik itu tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan internasional.

“Alangkah bagusnya kalau siswa miskin bisa masuk dalam sistem dan menjadi salah satu indikator agar bisa diterima. Tentu saja tetap memperhatikan kemampuan akademik calon siswa,” jelasnya.

Walaupun saat ini kategori miskin belum terintegrasi dalam sistem, politisi PKB ini mengharapkan agar pihak sekolah mau meneliti berkas pendaftaran yang masuk dan menskreening pendaftar dari kalangan miskin.

“Komisi E mengharapkan agar sekolah sudah memiliki data pendaftar miskin sebelum pengumuman digelar sehingga alokasi kursi siswa miskin tetap bisa terpenuhi,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, prestasi calon siswa mendapat tambahan poin dengan cara menunjukkan piagam yang dimiliki. Selain prestasi juga ada anak guru yang mendapatkan poin signifikan. (BJ13)

Advertisements