Home Lintas Jateng Lebih Memahami RA Kartini Melalui Festival Kartini 2015

Lebih Memahami RA Kartini Melalui Festival Kartini 2015

image

Jepara,14/4 (Beritajateng.net) – Di antara 38 kegiatan yang digelar maraton dalam ulang tahun Kota Jepara ke-466, panitia Festival Kartini ke-3 tahun 2015 berencana menggelar dua kali seminar tentang Kartini. Keduanya adalah road show dan seminar pelajar bertema “Aku Ingin menjadi Anak Ideologis Kartini” dan seminar nasional “Membaca Ulang Pemikiran Kartini”.

Ketua panitia Hadi Priyanto mengatakan, hal tersebut dia maksudkan untuk melawan pengerdilan peran Kartini, yang secara tidak sengaja terus terjadi di masyarakat. “Banyak masyarakat yang mengenal Kartini hanya di kulit luar. Selama ini, yang dipahami tentang sosok RA. Kartini seolah hanya berhenti pada keinginannya agar kaum perempuan bisa sekolah setara dengan laki-laki. Itu cukup untuk menyebutnya sebagai pahlawan emansipasi. Padahal peran dan perjuangan Kartini jauh lebih besar dari itu,” kata Hadi Priyanto. 

Dalam seminar pelajar “Aku Ingin menjadi Anak Ideologis Kartini” yang direncanakan berlangsung Jum’at, 17 April di pendapa kabupaten Jepara, Hadi akan mempertemukan pelajar SLTA di daerahnya dengan dua pembicara, yakni Titik Suliyati, M.P dan Alamsyah M.Hum (Keduanya Dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip, Semarang).

Dalam seminar yang akan dimoderatori Dra. Sri Indrahti, M.Hum (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip, Semarang), akan dikupas ide-ide RA. Kartini untuk kemajuan bangsa pribumi. Selang sehari, tempat yang sama akan menjadi venue seminar nasional “Membaca Ulang Pemikiran Kartini” yang menghadirkan menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif Josephine Komara. 

“Sesuai audien masing-masing, pembicara akan mengupas lebih dalam peran dan ide Kartini agar kita mengenal secara utuh siapa sebenarnya orang yang selama ini hanya kita kenal sebagai pahlawan emansipasi wanita,” lanjutnya. 

Menurut Hadi, dalam segala belenggu langkahnya, goresan tinta Kartini mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme putra bangsa. Dia juga menjadi pelopor pendidikan bagi pribumi, menumbuhkan spirit perlawanan terhadap ketidakadilan, dan pokok-pokok pikirannya menjadi pedoman perjuangan bagi banyak organisasi pribumi. 

Di Jepara, tampilnya industri ukir sebagai soko guru perekonomian, adalah buah dari pengembangan dan pembinaan yang dilakukan oleh RA. Kartini. Demikian juga dengan batik Jepara yang sekarang berkembang, sebenarnya telah dia kenalkan pada masanya melalui pameran karya wanita di Den Haag, Belanda.(BJ18)