Home Headline Larikan Anak Di Bawah Umur, Warga Colomadu Di Ciduk Petugas

Larikan Anak Di Bawah Umur, Warga Colomadu Di Ciduk Petugas

Rilis kasus dugaan pencabulan oleh Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri.

Karanganyar, 23/6 (BeritaJateng.net) -Kasus dugaan asusila yang dilakukan AG (18) warga Blulukan, Colomadu, Karanganyar terhadap AW (13) korban yang masih dibawah umur dilaporkan pihak orang tua korban dan saat ini kasusnya sedang di proses di Polres Karanganyar.

Kapolres Karanganyar mengatakan kasus tersebut terbongkar saat korban AW atas bujukan pelaku pelaku mau diajak pergi meninggalkan rumah selama dua hari ke Pekalongan Jawa Tengah.

Kronologis yang disampaikan, keduanya berkenalan delapan bulan yang lalu dan saat ini status mereka berpacaran. Hingga akhirnya pada hari Senin-Selasa (9-10/6/2016), lalu AW diajak pelaku keluar kota dan tidak ijin pada orang tuanya.

Usai meninggalkan rumah selama dua hari korban kembali ke rumah. Saat itu korban didesak orang tuanya ditanya kemana perginya selama dua hari tanpa pamit.

“Karena terus di desak orang tuanya, korban mengaku pergi selama dua hari bersama pelaku. Korban juga mengatakan sudah berhubungan dengan pelaku di salah satu hotel di Pekalongan sebanyak tiga kali,” jelas AKP Ade Safri di Mapolres Karanganyar, Kamis (23/6/2016).

Korban juga mengaku pertama kali berhubungan dengan pelaku saat berada di rumah korban Minggu (27/3/2016) lalu dengan janji akan dinikahi pelaku. Sebelumnya mereka berjanji ketemu di Car Free Day (CFD) Solo. Oleh pelaku korban kemudian diajak ke rumahnya yang saat itu kondisinya sedang sepi.

Mendengar cerita korban yang masih dibawah umur, orang tuanya tidak terima dan melaporkan kasus tersebut pada petugas dan ditindaklanjuti dengan penangkapan pelaku di rumahnya Senin (20/6/2016) lalu.

“Pelaku diamankan petugas bersama barang bukti hasil pemeriksaan visum milik korban, kuitansi sewa kamar hotel di Pekalongan, identitas korban, dan pakaian korban,” papar kapolres Karanganyar Ade Safri.

Saat ini pelaku berada di tahanan Polres Karanganyar. Nantinya pelaku akan dikenakan pasal 81 ayat (2) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana paling sedikit lima tahun dan paling lama 12 tahun dan denda Rp5 miliar. Pelaku juga diancam Pasal 287 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun. (BJ24)