Home Ekbis Lapak Tidak Sesuai, Pedagang Pasar Batang Kecewa

Lapak Tidak Sesuai, Pedagang Pasar Batang Kecewa

Ratusan pedagang pasar Batang kecewa karena lapak tidak sesuai
Ratusan pedagang pasar Batang kecewa karena lapak tidak sesuai

Batang, 16/2 (BeritaJateng.net) – Ratusan pedagang pasar Batang yang mengikuti proses pengundian untuk menempati pasar sementara, sebagian dari mereka mengeluhkan dan melakukan protes dengan luasan tempat yang tidak sesuai dengan ukuran semula, Senin (16/2).

Pengundian kios Pasar Sementara yang ada di jalan Dr Soetomo Kelurahan Watesalit Kecamatan Batang Kota dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Batang itu sendiri.

Mereka mengaku kurang puas dengan luasan lokasi kios yang sempit dan dipandang terlalu kecil. Dengan luasan kecil dan sempit, dikhawatirkan tidak mampu menampung barang dagangannya. Selain itu, untuk menarik pembeli dan pelanggan menjadi berkurang, akhirnya pedagang menjadi rugi.

Diakui, Tri Murti (56) salah seorang pedagang pakaian konveksi ketika dikonfirmasi mengatakan ukuran luasan kios di Pasar sementara sangat sempit yakni hanya mendapatkan ukuran 1,5 meter x 2 meter. Padahal, luasan kios yang di Pasar lama sangat luas yakni 3 meter x 4 meter.

“Saya sangat kecewa sekali. Sebab ukuran luasan kios di pasar sementara ini, rata-rata ukurannya terlalu kecil. Sehingga dimungkinkan tidak dapat menampung semua barang dagangan saya,” ujarnya, Senin.

Menurutnya, dengan dilakukan undian semacam itu, dan melihat jumlah kios saat menempati pasar lama yang ada di jalan Jenderal Sudirman pinggir jalur jalan pantura Batang akan berbeda dengan yang di pasar sementara, sebab tidak menutup kemungkinan akan sepi pembeli dan berimbas para pelanggan menjadi hilang.

“Para pelanggan harus mencari terlebih dahulu keberadaan lokasi kios yang ada di pasar lama. Sebab jumlahnya mencapai ribuan pedagang,” lanjut Tri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Jamal Abdul Naser mengatakan dengan dilakukan pengundian dan pembukan kios di pasar sementara ini, dimaksudkan agar pedagang masih tetap berjualan, sembari penunggu proses pembongkaran dan pembangunan pasar lama proses pengundian dibagi menjadi tiga zona.

“Yang kita lakukan ini merupakan tahapan dalam merelokasi pedagang pasar, sebab jumlah pedagang sangat banyak sekali, maka yang akan dipindah terelebih dahulu adalah para pedagang yang mempunyai surat ijin dan kartu pemilik kios di Pasar Lama,” ujarnya.

Jamal menambahkan, tahapan awal relokasi pedagang lama ke pasar sementara jumlahnya mencapai 300 pedagang.

Selanjutnya pedagang yang didalam pasar lama akan disusulkan pada tahapan pengundian berikutnya. Proses pengundian dan pemindahan pedagang dilakukan mulai tanggal 16 Februari hingga 15 Maret 2015.  

“Untuk ukuran lapak di pasar sementara ini bermacam-macam. Ada yang 3 x 3, ada pula 2,5 x 3 meter, saya tidak begitu hapal mas. Selama proses pengundian dan relokasi, bagi pedagang yang telah mempunyai tempat diharapkan bisa membangun kiosnya secara biasa maupun permanen,” imbuhnya.

Diketahui, jumlah total pedagang di pasar Batang sendiri mencapai kurang lebih 2.039 pedagang. Mereka terdiri dari pedagang konveksi, pedagang sayuran, pedagang kelontong dan pedagang asesoris.

Terpisah, Kasi Pendaftaran Pendataan dan Retribusi Disperindagkop Batang Wenny Ari Susanti mengatakan jumlah pedagang di Pasar Batang mencapai ribuan orang.

Namun dari jumlah tersebut yang rsmi terdaftar dan mempunyai kartu ijin atau surat kepemilikan kios akan diprioritaskan terlebih dahulu.

“Sebenarnya sebagian pedagang sudah mempunyai surat ijin dan kartu kios, terlebih mereka juga sudah terdaftar di database,” jelasnya.

Wenny mengakui pedagang yang belum masuk di database sangat berpengaruh terhadap proses pengundian dan relokasi. Sebab, beberapa pedagang lainnya ternyata ada yang tidak mempunyai kartu kios.

Ia menegaskan, pembagian lapak diprioritaskan bagi pedagang yang sudah masuk data Dinas Pasar atau yang sebelumnya memiliki tempat di bangunan lama.

“Kita punya data dan rincian lapak para pedagang di bangunan lama, jadi jangan ada yang mengaku punya lapak, padahal tidak punya. Kita tidak akan menanggapi. Kecuali nanti setelah semua pedagang yang memiliki lapak sudah kebagian semua dan ada sisa lapak, baru kita akomodir,” tandasnya. (BJ19)

Advertisements