Home Headline Langkah Antisipasi Bencana, Pemkot Buat Pemetaan Daerah Rawan Banjir dan Longsor

Langkah Antisipasi Bencana, Pemkot Buat Pemetaan Daerah Rawan Banjir dan Longsor

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi longsor di Lempongsari

Semarang, 16/11 (BeritaJateng.net) – Untuk mengantisipasi wilayah pontensial bencana, Pemkot Semarang melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, rob dan tanah longsor di kota Semarang. Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau lokasi korban longsor di Rt 02/03 Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu (16/11) pagi.

“Kami (Pemkot Semarang, Red.) lakukan pemetaan untuk wilayah yang potensial banjir, rob dan tanah longsor, sehingga saat musim seperti ini, semua SKPD, baik Camat, Lurah, RT, RW hingga tokoh masyarakat dapat menginformasikan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati,” ujar Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Menurutnya, kota Semarang merupakan daerah kompleks yang memiliki kontur daerah perbukitan, dataran rendah dan laut. Sehingga tak hanyal banyak perumahan di perbukitan yang dibangun diarea curam dan rawan longsor. “Pemerintah tidak bisa melarang warga membangun  rumah-rumah di lereng dan tebing-tebing. Yang bisa kami sampaikan hanya sosialisasi agar membangun dilokasi aman dan selalu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi cuaca ekstrem begini,” imbuhnya.

Mendengar kabar adanya bencana longsor dan banjir di sejumlah titik di wilayah kota Semarang, Hendi selalu berkoordinasi dengan dinas terkait. “Memang kemarin dapat info laporan dari BPBD, PSDA dan dinas terkait, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.

Menurut Hendi, laporan yang diterima terdapat lebih dari empat titik longsor yang terjadi Selasa (16/11) kemarin, bahkan dua rumah terkena dampak longsor.

“Begitu mendapatkan laporan dari Dinas terkait, pemangku wilayah seperti camat lurah dan polsek serta koramil langsung diterjunkan membantu membersihkan puing-puing dan kerja bakti dengan masyarakat. Pemkot juga akan membantu korban untuk dapat memperbaiki rumah mereka kembali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Semarang, Iwan Budi Setiawan mengaku telah melakukan langkah preventif penanggulangan bencana. “Area yang rawan longsor kami beri terpal biar aman, kami juga menghimbau warga agar dievakuasi ketempat aman mengantisipasi longsor susulan. Bahkan makan, minum serta kebutuhan selimut bantuan korban telah kami sampaikan,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan beberapa daerah rawan longsor agar terus meningkatkan kewaspadaan. “Wilayah rawan longsor, khususnya wilayah selatan garis tengah mulai dari barat yakni Wonosari, Tambakaji, Gisikdrono, Kembangarum, Simongan, Bongsari, Petompon, Randusari, Lempongsari, Tinjomoyo, Tembalang, Jombang, dan daerah Candi,” katanya.

Hingga November 2016 ini, lanjutnya, telah terjadi sekitar 38 bencana longsor di kota Semarang, bahkan longsor yang cukup parah di Bukitsari, Semarang telah menelan korban jiwa dua orang anak. (Bj)

Advertisements