Home Hukum dan Kriminal Langgar Sepadan Jalan dan Tak Ber-IMB, Ruko Milik Jumali Dibongkar Satpol PP...

Langgar Sepadan Jalan dan Tak Ber-IMB, Ruko Milik Jumali Dibongkar Satpol PP Semarang

Satpol PP kota Semarang melakukan pembongkaran bangunan ruko milik Jumali yang bertahun-tahun melanggar garis sepadan jalan dan tak memiliki IMB.

Semarang, 3/8 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang akhirnya membongkar bangunan ruko milik H. Jumali di jalan Dr. Wahidin Semarang setelah bertahun-tahun melanggar garis sepadan jalan dan berdiri tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pembongkaran ruko melibatkan puluhan personil satpol PP dan satu alat berat. Kemacetan sempat terjadi di kawasan tanjakan Tanah Putih, pasalnya banyak warga sekitar dan pengendara motor yang berhenti menyebab emacetan lalu lintas.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Semarang Kusnandir mengatakan, bangunan ruko yang berdiri sejak beberapa tahun yang lalu itu melanggar perda 5 tahun 2009 tentang Bangunan. “Selain belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), bangunan ruko tersebut juga melanggar garis sepandan bangunan (GSB),” ujar Kusnandir.

Proses pembongkaran.
Proses pembongkaran.

Tak hanya itu, lanjutnya, Satpol PP menerima keluhan dari warga yang keberatan dengan tembok bangunan ruko yang berada di tikungan jalan sehingga menghalangi pandangan warga saat akan keluar dari gang menuju jalan raya.

Menurut Kusnandir, pembongkaran bangunan ruko tersebut sedah sesuai tahapan-tahapan prosedural. “Surat peringatan 1 sudah dikeluarkan DTKP (Dinas Tata Kota dan Perumahan) kota Semarang dan sudah keluar rekom bongkar dari DTKP kepada Satpol. Selanjutnya, Satpol menindaklanjuti rekom bongkar dari DTKP. Sebelum dilaksanakan pembongkaran satpol telah mengirim surat somasi kepada pemilik H. Jumali untuk membongkar sendiri namun dalam batas waktu yang ditentukan pemilik tidak membongkar bangunan ini, maka satpol yang akhirnya melaksanakan pembongkaran,” terangnya.

Ia menjelaskan jika bangunan tersebut telah lama berdiri dan meresahkan warga sekitar, namun penyelesaian bangunan baru akhir-akhir ini. (Bj05)