Home DPRD Kota Semarang Lambat, Pelayanan Puskesmas Mangkang Dikeluhkan

Lambat, Pelayanan Puskesmas Mangkang Dikeluhkan

Antrian di Puskesmas Mangkang
**Dua jam antri belum dilayani
           SEMARANG, 22/1 (BeritaJateng.net) – Pelayanan umum milik Pemerintah Kota Semarang kembali dikeluhkan. Kali ini warga mengeluhkan lambatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Mangkang. Antrian panjang pasien tidak diimbangi dengan pelayanan yang prima dan cepat oleh petugas.
          Dari pantauan, antrian panjang di Puskesmas Mangkang telah mencapai nomor 90 untuk pasien umum sekitar pukul 10.00 pagi. Para pasien yang sakit dipaksa harus menunggu sampai 2 jam lebih usai mendaftar dan mendapatkan layanan kesehatan. Padahal ada empat orang petugas diloket pendaftaran, sementara kegiatan di masing-masing poli nampak lengang marena lambatnya pelayanan loket.
           M. Arifin warga Kelurahan Mangkang Wetan mengaku sudah datang ke Puskesmas sekitar pukul 08.30 pagi dan mendapatkan nomor antrian 58. Setelah dua jam lebih menunggu dan menahan sakit yang diderita, ia baru mendapatkan pelayanan dari petugas kesehatan di Puskesmas. “Dua jam menunggu mas, padahal di poli umum sepi tidak ada pasien. Petugas loket pendaftarannya lama dan tidak cekatan,” katanya.
              Dirinya mengaku sempat menanyakan kepada petugas loket terkait lamanya pelayanan. Namun petugas berdalih pelayanan yang diberikan sudah sesuai standart. “Tidak ada pembedaan antara pasien baru dan pasien lama, itu yang bikin lama pelayanan,” tuturnya.
           Hal yang sama dikeluhkan oleh Heri Susanto, warga Kelurahan Wonosari. Maksud dirinya hendak memeriksakan anaknya yang sakit, harus ditunda lantaran pelayanan yang begitu lama. “Tadi dapat nomor antrian 105, yang dipanggil baru no 60an. Layanan kepada warga sunguh asal-asalan,” keluhnya.
           Ia pun terpaksa harus pulang kerumah lantaran anaknya yang sakit selalu menangis. Padahal jika dilihat aktivitas dokter dan perawat di poli yang ada begitu santai dan lengang. “Ini mau pulang dulu, nanti habis Dzuhur balik lagi ke sini,” ujarnya.
           Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti mengakui jika pelayanan kesehatan di Kota Semarang memang belum maksimal dan banyak dikeluhkan warga, terlebih untuk pelayanan kesehatan yang gratis dari Pemerintah.
           “Banyak keluhan terkait lambatnya pelayanan, padahal sudah ada tambahan tenaga non ASN. Namun ya tidak berubah,” katanya.
            Seharusnya sebagai PNS, lanjut dia harus bisa memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat, selama memang dikenal kinerja PNS tidak cekatan alias leda-lede. Terlebih tentang layanan kesehatan yang bisa dibilang sangat mendesak. Selain itu harus ada peran dari dinas terkait untuk melakukan sosialiasi atau kampanye hidup sehat kepada warga.
           “Seberapa masih upaya pemerintah untuk memperbaiki layanan kesehatan, tidak akan sempurna tanpa adanya upaya pecegahan dan kampanye hidup sehat,” tambahnya.(Bj/El)