Home Headline Lakukan Pemukulan Saat Razia, Brigadir AM Dapat Teguran Keras

Lakukan Pemukulan Saat Razia, Brigadir AM Dapat Teguran Keras

kabid-humas
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono

Semarang,16/2, (beritajateng.net) –  Anggota Satlantas Polsek Pedurungan Brigadir AM mendapatkan sanksi peringatan keras, karena terbukti melakukan pemukulan terhadap pengerada sepeda motor.

Brigadir AM melakukan pemukulan terhadap pengendara motor yang mencoba menghindari razia di Jalan Fatmawati, Pedurungan, Rabu (4/2) pukul 07.00.

Kasi Propam Polrestabes Semarang Kompol Sugito mengatakan, membenarkan memeriksa AM yang diduga melakukan pemukulan terhadap pengendara wanita adalah karyawati di sebuah dealar mobil itu mengalami luka dibagian tangan. Hingga mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara, Semarang.

“Yang bersangkutan sudah diperiksa dan kalau terbukti melakukan kesalahan lagi baru kami tindak tegas dan tidak ada kompromi lagi,” ungkap, Senin (16/2).

Sugito menambahkan sejauh ini hanya memberikan sanksi dengan peringatan keras agar tidak melakukan kesalahan lagi.

“Dia masih bertugas seperti biasa dan dalam tugasnya mendapat pantauan khusus dari pihaknya,” ujarnya.

Pemukulan tersebut bermula, ketika AM yang ikut razia dilokasi mengetahui seorang pengendara melakukan pelanggaran. Saat dilakukan penghentian oleh anggotannya, seorang pengendara bernama Nela mencoba menerobos barisan aparat. Kondisi tersebut memicu emosi AM yang kemudian memukul tangan Nela.

“Jadi saat menerobos pengendara lari karena belum ada plat nomornya. Saat dilakukan penghetian diperiksa pengendara juga tidak mempunyai SIM,”tuturnya.

Terkait peghentian yang dilakukan oleh anggotanya tersebut pengendara tidak sampai jatuh. Pukulan keras yang mendarat dibagian tangan membuat pengendara itu kesakitan dan menghentikan laju sepeda motornya.

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Buana Santoso mengatakan, apa yang dilakukan anggota tersebut sangat menyalahi prosedur. sebab saat dilapangan siapapun anggota tidak diizinkan membawa tongkat  atau alat pemukul apapun saat  menggelar operasi. “Apalagi itu dipukulkan, itu sudah sangat menyalahi sekali,” ujarnya.

Adapun, lanjut dia, petugas tidak diizinkan menghentikan laju sepeda motor saat pengendara  berusaha untuk menghindar. “Kalau itu membahayakan lepaskan saja jangan dikejar atau melakukan reaksi lain,” jelasnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono mengatakan meski damai sudah dilakukan namun proses terhadap anggotanya itu tetap berjalan. Hal itu dilakukan supaya jera dan anggota lain tidak melakukan kesalahan serupa.  “Kami jalankan sesuai prosedur dan atas dasar penegakan hukum,”tandasnya.(BJ04).

Advertisements