Home Headline Kurir Sabu 500 Gram Diringkus BNNP Jateng Ditengah Pandemi Covid-19

Kurir Sabu 500 Gram Diringkus BNNP Jateng Ditengah Pandemi Covid-19

386
Kurir Sabu 500 Gram Diringkus BNNP Jateng Ditengah Pandemi Covid-19

Semarang, 2/4 (BeritaJatebg.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa tengah, berhasil mengungkap peredaran narkoba di tengah pandemik penyebaran virus covid-19.

Tersangka bernama Warsono, (32) warga Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Nono ditangkap dalam sebuah penggerebegan petugas BNNP Jateng di pinggir jalan raya, tepat didepan spbu Mojo, Kabupaten pati, usai melakukan transaksi, Jumat (27/3) lalu.

“Dari penyelidikan ini kemudian tim melihat adanya seseorang berbadan kurus memakai jaket kombinasi warna hitam dan hijau di depan SPBU Mojo sambil mengoperasikan handphone. Seolah laki-laki itu tengah menunggu seseorang,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Benny Gunawan di Kantor BNNP Jateng, Kamis (2/4) sore.

Dari pengledahan tas yang di bawa Tersangka, petugas menemukan lima paket narkotika jenis sabu seberat 500 gram, untuk masing masing paket seberat 100 gram.

“Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka ditemukan lima paket serbuk putih total secara keseluruhan kurang lebih 500 gram,” ujarnya.

Tersangka mendapatkan perintah dari seseorang bernama Kusnadi (38) narapidana asal Cilacap yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kelas II A Tanjung Pinang Kepulauan Batam.

“Dari pengakuan tersngka disuruh seseorang pengendali bernama K, yang sekarang menjadi narapidana di Lapas Kelas II A Narkotika Tanjung Pinang. Jadi pelaku dari Cilacap, disuruh mengambil di wilayah perbatasan Pati – Jepara, sekitar wilayah Benteng Portugis Jepara,” tuturnya.

Rencananya, sabu tersebut akan di bawa ke Cilacap untuk diedarkan. Dihadapan petugas BNNP, tersangka mengaku sudah dua kali transaksi, pertama dilakukan di wilayah Semarang dengan upah sebesar Rp. 5 juta.

“Darurat Narkoba tetap dilakukan meski ditengah pandemi virus corona yang melanda Indonesia. Para pengedar, justru memanfaatkan celah ramainya upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19,” tegasnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancamanan hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (NH/EL)