Home Headline Kurban Dermawan Sasar Masyarakat Pinggiran Semarang

Kurban Dermawan Sasar Masyarakat Pinggiran Semarang

SEMARANG, 23/7 (BeritaJateng.net) – Dibalik megahnya Ibu Kota Jawa Tengah ternyata masih ada wilayah terpinggirkan yang masyarakatnya tidak berkesempatan menikmati lezatnya daging kurban. Wilayah tersebut adalah Kampung Sleko yang berada di area Kota Lama, Semarang Utara, Kota Semarang.

Warga di sana meninggali rumah-rumah petak di sepanjang jalan pinggiran Kali Semarang. Di kampung tersebut juga terdapat bangunan kuno bersejarah peninggalan Belanda bernama Menara Syahbandar, atau dikenal dengan Menara Sleko yang sudah berdiri sejak tahun 1825.

Pada perayaan idul kurban tahun ini, tidak seperti perayaan hari raya di tahun-tahun sebelumnya kata Massrinah selaku warga Sleko yang sudah bermukim belasan tahun di sana. “Tahun ini cuma melihat dua ekor sapi lewat di depan rumah, saya kira ada yang kurban ternyata untuk kampung sebelah,” tuturnya.

Pada perayaan idul kurban di tahun sebelumnya Kampung Sleko mendapat satu ekor kambing bantuan dari Masjid Kauman untuk dibagi kepada sekitar 55 KK warganya. “Mungkin karena efek pandemi tahun ini jangankan mendapat kurban, bau harum masakan daging saja enggak tercium karena memang sekampung tidak ada yang dapat daging,” ungkap Massrinah.

Melihat kurang meratanya pendistribusian qurban di beberapa wilayah menggerakkan Global Kurban dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk berbagi daging qurban hingga pelosok Jawa Tengah.

Septi Endrasmoro selaku Kapala Cabang ACT Jateng mengatakan pada momen idul qurban tahun 1442 hijriah Global Kurban – ACT mendistribusikan amanah sebanyak 192 ekor sapi di yang tersebar di puluhan Kota-Kabupaten di Jawa Tengah.

“Pemotongan dilakukan sejak hari tasyrik pertama hingga hari tasyrik ketiga sementara penerima daging kurban kita prioritaskan untuk wilayah minus kurban, pondok pesantren dan masyarakat urban yang terpinggirkan,” ucapnya.

“Untuk wilayah Semarang sendiri, pendistribusian meluas di pinggiran kota Seperti Perkampungan Pemulung Jatibarang di Mijen, Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Tugu, Kecamatan Gunung Pati, kalau di pusat Kota seperti Kampung Sleko, kompleks cagar budaya Sobokarti, hingga Kampung Nelayan Tambaklorok, dan sekitarnya,” imbuh Septi. (Ak/El)